Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cerita Damkarmat Palopo, Pasang Tabung Gas hingga jadi Tempat Curhat

Ia menjelaskan, aduan yang paling sering diterima umumnya berkaitan dengan kebakaran, ular masuk ke pemukiman warga

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
DAMKARMAT PALOPO - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Palopo, Rachmad saat ditemui di Kantor Dinas Damkarmat Palopo, Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo pada Minggu (21/12/2025). Ia menceritakan banyaknya aduan dan permintaan bantuan dari masyarakat yang unik serta berada diluar tugas utama Damkarmat. (sumber: Andi Bunayya Nandini) 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palopo terima ratusan aduan dan permintaan bantuan dari masyarakat sepanjang tahun 2025.

Total ada 255 aduan yang ditindaklanjuti petugas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Damkarmat Kota Palopo, Rachmad, saat ditemui di Kantor Dinas Damkarmat Palopo, Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Minggu (21/12/2025).

“Berbagai aduan yang masuk ke kami pasti ditindaklanjuti. Selama 2025, ada 255 aduan yang kami tangani,” ujar Rachmad sembari duduk di kursi dekat mobil Damkarmat.

Ia menjelaskan, aduan yang paling sering diterima umumnya berkaitan dengan kebakaran, ular masuk ke pemukiman warga, serta evakuasi kendaraan yang terperosok atau terbalik.

Meski demikian, tidak sedikit laporan yang masuk bersifat unik dan berada di luar tugas utama pemadaman kebakaran.

Menurutnya, masyarakat kerap meminta bantuan untuk keperluan sehari-hari, seperti memasangkan tabung gas, mengganti lampu rumah, hingga sekadar datang ke kantor untuk mencurahkan masalah pribadi.

“Ada yang menelepon minta dibantu ganti lampu, pasang tabung gas, sampai ada juga yang datang ke kantor hanya untuk curhat,” ucapnya sambil tersenyum, sembari menunjuk kursi yang kerap digunakan warga untuk berbincang dengan petugas.

Ia juga menceritakan pengalaman unik lainnya, ketika seorang perempuan datang meminta bantuan untuk diantar ke rumah pacarnya yang berada di luar Kota Palopo.

“Pernah ada seorang perempuan yang datang minta diantar ke rumah pacarnya," kata dia.

"Dia bukan warga Palopo, tapi bekerja di sini. Dia merasa ditinggalkan pacarnya dalam kondisi hamil, sehingga meminta tolong kepada kami,” tuturnya.

Meski permintaan tersebut di luar tugas utama, Damkarmat Palopo tetap memberikan bantuan selama masih dalam koridor kemanusiaan.

“Setiap laporan yang masuk tetap kami layani selama tidak melanggar aturan dan masih dalam konteks pelayanan kemanusiaan,” tegasnya.

Meski begitu, pihak Damkarmat mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan pengaduan secara bijak.

Aduan yang bersifat darurat tetap menjadi prioritas utama, terutama yang berkaitan dengan keselamatan jiwa dan harta benda.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved