Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kebakaran Hari Ini

9 Bulan Kebakaran di Palopo Capai 44 Kasus, Kerugian Rp 1,3 Miliar

Dalam 9 bulan, 44 kebakaran terjadi di Palopo. Korsleting listrik jadi penyebab terbanyak. Damkar imbau warga rutin cek instalasi dan gas.

Lurah Sampoddo, Hardigianto/WhatsApp
KEBAKARAN DI PALOPO – Kebakaran warung di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Sampoddo, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sabtu (26/7/2025). Dinas Damkar Palopo mencatat 44 kebakaran terjadi sejak Januari hingga September 2025 di Kota 'Idaman'. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO – Sejak Januari hingga September 2025, tercatat 44 kasus kebakaran di 'Kota Idaman' julukan Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Secara geografis, Palopo berada di pesisir timur Sulawesi dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Luwu.

Kota ini berjarak sekitar 365 km dari Makassar, ibu kota provinsi, dan dapat ditempuh melalui jalur darat maupun udara (via Bandara Bua di Luwu).

Data kebakaran 9 bulan terakhir dirilis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palopo

Kepala Dinas Damkar Palopo, Rachmad, mengatakan korsleting listrik penyebab utama kebakaran.

Baca juga: TKD Palopo 2026 Dipangkas Rp 112 Miliar, Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tergerus

“Penyebabnya beragam, tapi sekitar 29 kejadian disebabkan korsleting listrik,” kata Rachmad, Kamis (16/10/2025).

Selain korsleting, beberapa kasus juga dipicu kebocoran selang regulator gas, pembakaran sampah, dan pembukaan lahan tanpa pengawasan.

September 2025 menjadi bulan dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni sembilan kasus.

Jenis bangunan paling sering terbakar adalah rumah tinggal, dengan total 27 kasus.

Dari seluruh kejadian, Rachmad memastikan tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah, dari seluruh kebakaran yang terjadi, tidak ada korban jiwa satu pun,” ujarnya.

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1.351.400.000.

Rachmad mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau yang meningkatkan risiko penyebaran api.

“Kami minta warga rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan gas di rumah masing-masing. Jangan membakar sampah sembarangan dan segera laporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran,” imbaunya.

Dinas Damkar Palopo berencana meningkatkan sosialisasi dan edukasi kebakaran di tingkat kelurahan, sekolah, serta kawasan padat penduduk untuk meminimalisasi risiko kejadian serupa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved