Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Andi Muhammad Syafar

Navigasi Dialektika Riset Melalui Metodologi

Dalam prosesnya, seorang peneliti kerap terjebak dalam belantara data yang meluap atau kehilangan arah akibat rumusan masalah yang tidak presisi.

Tayang:
A Muhammad Syafar
OPINI - Dr. Ir. A Muhammad Syafar., A.Md., S.T., M.T., IPM, Dosen Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar 

Ketajaman fokus inilah yang kemudian menuntun peneliti pada pemilihan Alat dan Metode yang paling relevan.

Pemilihan metode dalam pendekatan SAFAR tidak dipandang sebagai sekadar tren penggunaan perangkat lunak atau kecanggihan statistik, melainkan tentang kesesuaian antara instrumen dengan karakteristik data.

Metode harus mampu menjadi jembatan yang valid untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang memiliki nilai epistemologis.

Pemilihan metode bukan sekadar soal gaya-gayaan menggunakan perangkat lunak terbaru atau statistik yang rumit.

Ini adalah soal “kesesuaian fungsi” (fitness for purpose).

Puncak dari sebuah riset tidak boleh berhenti pada pengolahan data semata, melainkan harus bermuara pada Rekomendasi yang transformatif.

Sebuah riset yang bermutu adalah riset yang mampu memberikan arah bagi perbaikan praktis maupun pengembangan teori di masa depan.

Rekomendasi menjadi bukti bahwa penelitian tersebut memiliki kebermanfaatan sosial dan tidak hanya menjadi artefak bisu di rak perpustakaan.

Namun, yang menjadikan metode SAFAR unik dan berbeda dari pendekatan konvensional adalah adanya unsur Refleksi.

Tahapan ini mengajak peneliti untuk menoleh ke belakang, mengevaluasi keterbatasan proses, serta mengakui bias yang mungkin muncul selama perjalanan.

Refleksi mengubah riset dari sekadar tugas teknis menjadi proses pendewasaan berpikir yang jujur.

Di era di mana informasi bisa didapat dalam hitungan detik melalui kecerdasan buatan, esensi riset terancam menjadi dangkal.

Metode SAFAR mengembalikan marwah penelitian sebagai sebuah proses yang mendalam dan berjenjang.

Pendekatan SAFAR adalah sebuah ajakan untuk kembali ke dasar riset yang substansial.

Ia mengajarkan bahwa riset adalah sebuah “perjalanan suci” untuk menyingkap kebenaran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved