Prespektif Syamril
Singa dan Kijang
Kalau singa dan kijang lomba lari, siapa yang akan menang? Tentu saja kijang. Selain badannya ringan juga kakinya lincah.
Oleh: Syamril
Direktur Sekolah Islam Athirah
TRIBUN-TIMUR.COM - Kalau singa dan kijang lomba lari, siapa yang akan menang? Tentu saja kijang.
Selain badannya ringan juga kakinya lincah.
Kijang tercatat hewan tercepat kedua di dunia setelah cheetah.
Tapi mengapa singa dapat memangsa kijang?
Kalau hanya mengandalkan kemampuan lari, singa tidak akan bisa memangsa kijang.
Berarti ada faktor lain yang membuat singa dapat memangsa kijang.
Apa saja itu? Ada tiga hal yang dapat disingkat dalam MBG yaitu Motivasi, Bersama, dan Gerak.
Mari kita bahas satu persatu.
Singa memiliki motivasi tinggi yaitu kebutuhan dasar untuk makan.
Rasa lapar membuatnya berburu kijang untuk makan.
Itulah faktor pertama.
Prinsipnya "ada mau ada jalan, tidak mau banyak alasan".
Adanya kemauan yang tinggi membuat singa mencari jalan untuk memangsa kijang.
Bagi kita manusia tentu bukan hanya kebutuhan dasar seperti hewan.
Ada motivasi passionate karena minat, bakat dan suka.
Juga investigatif karena penasaran dan tertantang.
Hingga motivasi spiritual berupa makna, keyakinan dan tujuan hidup.
Dalam proses belajar mengajar, motivasi ada tiga yaitu bekal, manfaat dan ibadah.
Membekali siswa dengan kecakapan rasional, personal dan sosial.
Harapannya bisa menjadi manusia yang baik dan bermanfaat.
Mampu melakukan perbaikan, tidak membuat kerusakan.
Semuanya bisa bernilai ibadah selama ikhlas karena Allah.
Tapi motivasi atau kemauan saja tidak cukup.
Perlu aspek kedua yaitu Bersama.
Singa saat berburu tidak pernah sendirian, mereka dalam tim dengan koordinasi, kerja sama dan pembagian tugas yang baik.
Mengambil posisi berbeda agar buruannya tidak kabur.
Manusia pun demikian, untuk mencapai sukses butuh kebersamaan.
Sama-sama kerja dan kerja sama.
Ungkapan yang relevan "jika engkau ingin berjalan cepat maka berjalanlah sendirian.
Jika engkau ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama".
Jika ingin mencapai hal yang besar maka perlu kebersamaan.
Kebersamaan dibangun atas dasar saling percaya, komunikasi, dan peduli.
Tanpa saling percaya, tidak akan terbangun kerja sama dan sinergi.
Kepercayaan akan terbangun jika komunikasi berjalan dengan baik dan terbuka.
Jika sudah saling percaya akan muncul saling peduli dan membantu.
Setelah Motivasi dan Bersama, jangan tunggu lama, segera Gerak.
Tentu saja tidak asal gerak.
Perlu diawali dengan pikiran yang cerdas dan cermat.
Ungkapannya: "think twice what you do", pikirkan dua kali apa yang akan kamu lakukan.
Jika rencana sudah matang dan cermat segera eksekusi.
Nggak pake lama, tentu dengan prinsip lebih cepat dan lebih baik.
Efektif dan efisien.
Itulah pelajaran dari singa yang mampu memangsa kijang meski kalah dalam kecepatan lari.
Ada MBG yaitu motivasi, bersama, dan gerak.
Bangun motivasi yang kuat dan dalam diri dan tim.
Ciptakan kebersamaan yang saling menguatkan (sipatuwo-sipatokkong), saling mengingatkan (sipakatau, sipakalebbi, sipakainge).
Akhirnya sempurnakan dengan gerak yang cerdas, cermat, dan cepat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SEKOLAH-SWASTA-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-Syamril-sudah-sia.jpg)