Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kabar dari Langit

Amien Rais di Langit Reformasi 

Selanjutnya, semua benteng pak Harto, termasuk tentara melonggarkan dukungannya kepada pak Harto.

Tayang:
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
AMIEN RAIS - M. Qasim Mathar, Cendekiawan Muslim. 

Amien Rais di Langit Reformasi (dialog dua orangtua)
Oleh: M. Qasim Mathar
Cendekiawan Muslim

TRIBUN-TIMUR.COM - "PAK Nadja (sapaan akrab teman⊃2; kepada Pak Nadjamuddin Madjid), semoga bapak sehat dan baik bersama keluarga!", saya menyapa temanku itu.

"Kalau kritikan pak Amien Rais bergulir terus, akan berujung pada jatuhnya pak Prabowo. Ingat pengalaman, kritikan pak Amien yang bergulir terus, akhirnya memakzulkan pak Harto dan melahirkan era refomasi."

"Pak Nadja, ada kemiripan dengan saat pak Harto tidak menanggapi kritik pak Amien Rais + tokoh⊃2; + kelompok masyarakat + mahasiswa waktu itu.

Akhirnya mahasiswa menduduki Senayan.

Selanjutnya, semua benteng pak Harto, termasuk tentara melonggarkan dukungannya kepada pak Harto.

Demo mahasiswa bak air bah yang tak terbendung.

Harmoko pun sebagai loyalis fanatik pak Harto, dengan tangan parlemen sebagai ketua MPR/DPR memaksa pak Harto turun...."

"Pak Nadja, saya berharap jangan kisah mertua menjadi kisah menantu pula!"

Pak Nadja menjawab:

"Iye, pak Qasim, terima kasih doa-ta. Sebenarnya pak Amien hanya minta agar pak Prabowo Subianto melepas Tedy yang nota bene dianggap gay."

Kata pak Nadja lagi:

"Saya kira beda pak. Ketika masa sebelum dan saat reformasi, idealisme mahasiswa belum terkontaminasi. Sekarang soliditas mahasiswa gampang dipecah dengan rupiah, bahkan preman pun bisa diberi label mahasiswa."

"Saya setuju", kataku.

"Sekarang pun "ayah" mahasiswa beda.

Ada "ayah" menerima MBG masuk kampus.

Ada "ayah" saat ditawari MBG, bilang: "tugas universitas mencetak sarjana, bukan mencetak koki".

"Pak Nadja, dulu, di kampus saya, kampus 1 Sultan Alauddin, saat pak Nadja sibuk menyambut pak Amien Rais untuk pidato di Almarkaz, fenomena Amien Rais itu hanya disambut gegap gempita oleh mahasiswa dan aktifisnya. Mereka berorasi di dalam kampus menyambut fenomena perubahan sejarah Indonesia itu."

"Maaf, hanya saya sendiri yang menemani mahasiswa itu. Kami angkat mimbar ke ruang terbuka di depan fakultas Ushuluddin yang memang posisinya terlihat oleh fakultas⊃2; lainnya.

Saya ingat, saya berorasi di kelilingi oleh aktifis dan mahasiswa.

Mereka juga bersuara lantang di kampusnya mengeritik rezim waktu itu.

Maaf, sekali lagi, banyak dosen menyaksikan hal itu.

Tapi, tampaknya mereka tidak merasakan isyarat akan terjadinya perubahan dalam sejarah Indonesia yang dipompakan oleh pak Amien Rais + bbrp tokoh nasional.

Nanti dekat ke tanggal 21 Mei 1998, ada satu, dua, tiga... dosen ikut merasakan bahwa denyut perubahan sejarah itu semakin kencang.

Kawan⊃2; dosen itu tampil pula di mimbar untuk berorasi.

Hingga pada hari Rabu 20 Mei 1998 pagi, seisi kampus IAIN Alauddin Makassar, dipelopori oleh para aktifis mahasiswa, disemangati oleh para dosen yang sudah sampai pada haqqul yaqin bahwa perubahan sejarah sudah berlangsung, berjalan kaki dari kampus Alauddin di Gunungsari menuju lapangan Karebosi untuk bersama kampus⊃2; lainnya, memukul gong kejatuhan Presiden Soeharto bersama rezimnya.

Besoknya Kamis 21 Mei 1998, di rumah dinda Dr. Sattu Alang, di depan tv, kami menyaksikan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya, diiringi sorak gemuruh mahasiswa dari atap gedung wakil rakyat yang berdarah Orba, berangsur turun,... dan bersujud kepada Allah... Indonesia membuka halaman baru sejarahnya.

Di "cover buku" sejarah itu ada gambar Amien Rais + para tokoh reformasi... tampak juga Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Pangdam Jaya,.. dan Letjen TNI Prabowo Subianto sebagai Pangkostrad.... tegak di dalam tank yang berkeliling menjaga ketertiban Ibukota saat Ibu Pertiwi sedang melahirkan "sejarah" baru.....!

Di langit reformasi Amien Rais muncul lagi.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved