Prespektif Syamril
Perundingan AS dan Iran
Perundingan telah dilakukan di Pakistan namun tidak menghasilkan kesepakatan. Kedua belah pihak berpegang pada posisi masing-masing.
Pihak pertama secara sukarela mengalah dan mengakomodir permintaan pihak kedua.
Biasanya ada pertimbangan jangka panjang.
Mengalah untuk menjaga hubungan jangka panjang.
Mengalah dengan harapan ada keuntungan di masa depan.
Pola keempat yaitu kalah - kalah.
Kedua belah pihak kukuh dengan pendirian masing-masing.
Apalagi jika ada kondisi yang melatarbelakangi.
Ada pengalaman pahit sebelumnya.
Inilah sekarang yang terjadi.
Iran sudah kecewa karena dikhianati pada perundingan sebelumnya.
Pola kelima disebut disebut kompromi.
Biasanya secara sadar kedua belah pihak mengurangi harapan dan permintaannya.
Mencari titik temu dan menurunkan ego masing-masing.
Jika tidak dapat meraih seluruhnya, jangan tinggalkan semuanya.
Kembali ke perundingan AS dan Iran.
Rasanya tidak mungkin salah satu pihak mendominasi karena sama-sama kuat.
Tidak mungkin juga salah satu pihak mengalah karena keduanya punya harga diri.
Sulit untuk kolaborasi karena AS kurang asertif dalam komunikasi.
Harapannya semoga kedua belah pihak ada kompromi di masa depan.
Semoga.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-Syamril-cukup-mendukung-program-pemerataan-guru-di-Sekolah-swasta.jpg)