Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Langit Ramadan

Perang dan Titik Balik Peradaban

Peradaban Islam (abad 7–13 M.) berkembang pesat setelah beberapa perang besar yang membuka wilayah luas.

Tayang:
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
LANGIT RAMADAN - M. Qasim Mathar Guru Besar UIN Alauddin Makassar. 

Oleh: M. Qasim Mathar
Guru Besar UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam sejarah, peradaban unggul bergantian.

Mulai dari peradaban unggul suku-bangsa⊃2; masa sebelum Masehi (Yunani kuno dengan filsafatnya), peradaban Romawi Kristen, peradaban Islam, dan peradaban Modern/Barat.

Dari sekian faktor-faktor yang melahirkan peradaban⊃2; unggul itu, perang merupakan salah satu dari faktor-faktor itu.

Bukan karena perang itu sendiri menciptakan peradaban, tetapi karena perang sering menjatuhkan peradaban lama yang lapuk dan korup, sehingga lahirlah peradaban baru dan unggul.

Perang Yunani–Persia (Greco-Persian Wars, 499–449 SM), Perang Marathon (490 SM), Perang Thermopylae (480 SM), Perang Salamis (480 SM), melahirkan peradaban unggul Yunani Kuno.

Di antara dampaknya, kota-kota Yunani, Athena dan Sparta bersatu melawan Persia.

Athena menjadi pusat filsafat, demokrasi, drama, dan ilmu pengetahuan.

Itulah Zaman Keemasan Athena (Socrates, Plato, dll).

Perang Punisia I, II, III (264–146 SM), Roma vs Kartago, Roma menguasai Mediterania.

Perang Saudara Romawi (49–31 SM), Perang Caesar vs Pompey, Perang Actium (31 SM), melahirkan Kekaisaran Romawi di bawah Augustus.

Inilah peradaban Kristen berkembang dan menjadi agama resmi kekaisaran (abad ke-4 M.)

Peradaban Islam (abad 7–13 M.) berkembang pesat setelah beberapa perang besar yang membuka wilayah luas.

Di mulai dengan perang-perang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Lalu, satu-satu wilayah Kekaisaran Romawi dan Persia direbut pasukan Muslim. Penaklukan Andalusia (711 M).

Wilayah Islam meluas dari Spanyol sampai Asia Tengah.

Khazanah ilmu Yunani, Persia, India, diserap ke dalam peradaban unggul Islam.

Muncul pusat ilmu: Baghdad, Cordoba, Cairo.

Baik dicatat, teologi rasional Mu'tazilah pernah menjadi "agama" resmi Dinasti Abbasiyah.

Peradaban Modern/Barat dimulai dari peperangan penting.

Ada Perang 30 Tahun (1618–1648), ada Perang Napoleon (1803–1815) yang menyebarkan ide nasionalisme dan modernisasi hukum.

Lalu, ada Perang Dunia I (1914–1918) dan Perang Dunia II (1939–1945), memunculkan Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dunia.

Perang sering menjadi titik balik sejarah.

Peradaban besar justru lahir setelah masa perang besar.

Pola ini sangat jelas dalam sejarah dunia.

Maka, Jika perang saat ini adalah perang antara Keadilan vs Kezaliman, Kejujuran vs Kemunafikan; atau perang melawan peradaban dunia yang sedang lapuk dan busuk, saya himbau agar perang ini diteruskan.

Saya percaya, Allah swt. adalah Khaerul Makirin, Maha Mahir Ber-taktik strategi.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved