Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Refleksi Ramadan

Hakekat Silaturahim

Dari kedua hadis ini tersirat sesuatu yang luar biasa, seolah-olah Allah SWT membukakan rahasianya kepada kita.

Tayang:
TRIBUN-TIMUR.COM
REFLEKSI RAMADAN - Nasaruddin Umar, Menteri Agama. 

Nabi banyak mencontohkan silaturrahim dengan makhluk non-manusia.

Nabi Sulaiman bersahabat dengan binatang, burung, dan ikan liar.

Ia juga bersahabat dengan angina, jin, dan malaikat.

Mereka semua membantu menyelesaikan problem dan tantangan yang dihadapinya.

Sufi perempuan Rabi’ah al-‘Adawiyah jega bersahabat dengan binatang buas dan burung liar, seperti halnya bisa kita saksikan kekhususan yang dimiliki oleh para pawing binatang buas.

Imam al-Agazali, Ibnu ‘Arabi di antara gurunya adalah roh nabi dan para auliya yang wafat jauh sebelum masa hidupnya.

Nabi Muhammad memberi nama terhadap binatang peralatan sehari-harinya, seperti unta, kuda, cangkir, dan sisir.

Ia juga mengajari kita memberi salam kepada rumah kosong dan kuburan.

Halal bi halal adalah local product silaturrahim Indonesia yang kini mulai memasyarakat di Malaisia, Brunei, dan Singapura.

Silaturrahim memberikan energy spiritual untuk lebih eksis dalam menjalani kehidupan.

Banyak sekali ayat dan hadis menganjurkan perlunya silaturrahim.

Antara lain, kata Rasulullah, silaturrahim memperpanjang umur dan hadis lainnya dikatakan  silaturrahim memperbanyak rezki.

Halal bi halal sesungguhnya momentum untuk mempererat hubungan kita antara satu sama lain, terutama dalam era modern Indonesia yang banyak disibukkan dengan pemilukada.

Keretakan psikologis sebagai dampak pemilu kada dapat segera diperbaiki melalui silaturrahim atau halal bi halal.

Kita harus berani meminta maaf dan memaafkan orang lain yang pernah bermasalah dengan kita.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved