Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Isu Reshuffle Kabinet, Idrus Marham: Evaluasi Bantu Akselerasi Pemerintahan Prabowo

Di tengah isu Reshuffle, Idrus Marham sebut 5 fondasi pemikiran Prabowo arah kebijakan nasional

Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Ari Maryadi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, ngopi bareng wartawan politik di salah satu cafe di Makassar. 

Ringkasan Berita:
  • Isu reshuffle Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo kembali mencuat
  • Idrus Marham, menyampaikan pandangannya isu Reshuflle tersebut
  • Menurutnya Reshuflle bisa bantu akselerasi pemerintahan Prabowo

 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA — Wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat di ruang publik.

Sinyal tersebut menguat setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan pernyataan singkat yang memicu spekulasi. “Tunggu saja,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Teddy tidak merinci waktu pelaksanaan reshuffle dan menegaskan bahwa penjelasan resmi akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah berkembangnya isu tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menyampaikan pandangan yang lebih substantif.

Ia menilai inti persoalan pemerintahan saat ini bukan semata soal pergantian figur, melainkan bagaimana memastikan kinerja kabinet berjalan optimal sesuai visi besar presiden.

Menurut Idrus, terdapat setidaknya lima fondasi pemikiran yang telah diletakkan Presiden Prabowo sebagai arah kebijakan nasional.

"Pertama, presiden sejak awal telah menetapkan prinsip-prinsip dasar pembangunan yang bertumpu pada kesadaran berbangsa dan bernegara," kata Idrus kepada wartawan Senin (27/4/2026).

Dalam kerangka ini, Pancasila ditegaskan sebagai ideologi sekaligus panduan utama dalam penyelenggaraan negara.

Kedua, Prabowo menegaskan Indonesia sebagai “rumah besar bersama” yang harus dirawat secara kolektif.

Gagasan ini menekankan pentingnya inklusivitas dan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa dalam menjaga keberlangsungan negara.

Ketiga, pembangunan nasional harus berakar pada realitas kemajemukan.

Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya, menurut Idrus, menuntut adanya penekanan kuat pada persatuan dan kesatuan sebagai fondasi utama stabilitas nasional.

Keempat, presiden telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis sebagai implementasi visi pembangunan, termasuk ketahanan dan kemandirian pangan, ketahanan energi, hilirisasi sumber daya alam, serta kesinambungan pembangunan.

Agenda ini, kata Idrus, merupakan arah konkret yang seharusnya menjadi pedoman kerja seluruh menteri.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved