Australia dan Unhas Pasang Sensor Canggih di Danau Tempe
Badan Sains Nasional Australia, CSIRO bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) memasang serangkaian sensor canggih baru
TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Sains Nasional Australia, CSIRO bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) memasang serangkaian sensor canggih baru untuk mengukur kualitas air di Danau Tempe, Sulawesi Selatan.
Ini merupakan bagian dari Inisiatif Penelitian AquaWatch CSIRO, Proyek Demonstrator AquaWatch4Lakes Indonesia.
Pemasangan sensor menandai tonggak penting dalam kolaborasi internasional untuk meningkatkan pemantauan dan pengelolaan ekosistem air tawar vital di Indonesia.
Alat ini mengintegrasikan teknologi satelit dengan sensor canggih di dalam danau.
Demikian siaran pers diterima Tribun-Timur.com, Jumat (17/4/2026).
Danau Tempe adalah salah satu badan air pedalaman terpenting di Indonesia.
Danau ini mendukung perikanan, budidaya perikanan, pertanian, dan mata pencaharian lokal di Wajo, Sidrap, dan Soppeng.
Namun, danau tektonik purba terbesar kedua di Sulawesi ini menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari polusi sedimen, eutrofikasi, perubahan iklim, dan perubahan penggunaan lahan.
Sensor canggih yang baru dipasang ini memberikan pengukuran berkelanjutan terhadap indikator kualitas air utama, seperti aktivitas algae, kekeruhan, dan suhu.
Dikombinasikan dengan data dari teknologi satelit melalui inisiatif penelitian AquaWatch CSIRO, sistem ini memberikan informasi secara langsung (real-time) dan andal untuk mendukung deteksi dini perubahan kualitas air dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dan cepat.
Misalnya, pertumbuhan algae dapat memengaruhi kesehatan dan nilai jual ikan, serta kesehatan masyarakat yang tinggal di dekat danau.
“Instalasi ini menggabungkan ilmu pengetahuan tercanggih sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata pemimpin proyek CSIRO, Dr Tim Malthus.
“Dengan menghubungkan pengamatan satelit dengan pengukuran frekuensi tinggi sensor di danau, kita akan mendapatkan gambaran yang jauh lebih jelas tentang bagaimana Danau Tempe berubah dan memberikan informasi yang mendukung penggunaan danau yang berkelanjutan di masa depan," katanya lebih lanjut.
Dosen Fakultas Kehutanan Unhas, Andang Suryana Soma yang terlibat dalam proyek ini mengatakan, “Inisiatif AquaWatch4Lake merupakan contoh pendekatan kesehatan planet UNHAS (UNHAS’s planetary health) dengan mengintegrasikan pemantauan kualitas air di Danau Tempe sebagai upaya lintas sektor untuk melestarikan ekosistem lingkungan, memastikan kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.”
Tim CSIRO mengadakan lokakarya di Kabupaten Wajo dengan pemangku kepentingan lokal untuk memperkenalkan proyek dan mengidentifikasi isu-isu kualitas air utama yang memengaruhi Danau Tempe dan masyarakat yang bergantung padanya.
Pelatihan yang diberikan bersamaan dengan instalasi memberikan keterampilan yang dibutuhkan kepada para peneliti dan pengelola Indonesia untuk mengoperasikan, memelihara, dan menggunakan sistem pemantauan dalam jangka panjang.(*)
| 6 Pos Damkar Wajo Siaga, Berikut Nomor Bisa Dihubungi |
|
|---|
| Prof Tuti Bahfiarti: Mimpi Saya Jadi Dekan Perempuan Pertama di FISIP Unhas |
|
|---|
| Ketua DPRD Wajo Retreat di Magelang: Pulang dari Sini Kami Bisa Lebih Efektif |
|
|---|
| Debat Publik di Makassar, Danantara Disorot dari Ancaman Korupsi hingga Target Ekonomi 8 Persen |
|
|---|
| 235 Siswa SMA Berebut 70 Kuota Jadi Paskibra Wajo, Kesbangpol: Lewati Proses Seleksi Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sensor-air-di-danau-tempe-1-1742026.jpg)