Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Membaca Arah Industrialisasi Nikel dari Lingkar Tambang Kolaka

Di desa-desa sekitar tambang di Kolaka, perubahan itu tidak datang sebagai teori ekonomi. Ia datang sebagai kenyataan sehari-hari.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Ihwan Kadir, Warga Lingkar Tambang Kolaka 

Ketika Industrialisasi Datang Bersama Kapital Global

Tidak dapat disangkal bahwa kawasan industri seperti IPIP membawa percepatan pembangunan yang signifikan.

Infrastruktur tumbuh cepat. Aktivitas ekonomi meningkat. Wilayah yang sebelumnya relatif sepi kini menjadi salah satu simpul industri strategis Indonesia.

Dari perspektif ekonomi makro, fenomena ini tentu membawa manfaat: peningkatan aktivitas perdagangan, perluasan jaringan logistik, dan masuknya teknologi pengolahan mineral yang lebih maju. Namun industrialisasi bukan hanya soal angka investasi.

Ia juga tentang bagaimana perubahan itu dirasakan oleh masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Data ketenagakerjaan yang pernah dirilis oleh Dinas Tenaga Kerja setempat menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di kawasan industri tersebut mencapai sekitar 3.300 orang.

Dalam industri metalurgi modern, kehadiran tenaga ahli dari luar negeri memang bukan sesuatu yang aneh.

Teknologi smelter nikel membutuhkan keahlian yang sangat spesifik, terutama pada tahap konstruksi dan instalasi fasilitas industri.

Tetapi apakah jumlah tenaga kerja sebesar itu semuanya tenaga ahli? Tentu saja tidak.

Itu adalah konsekwensi dari sebuah investasi asing. Tenaga Kerja Asing (TKA) tentu saja adalah turunan yang sulit dihindari.

Lalu dari perspektif sosial masyarakat desa, angka tersebut sudah pasti dipahami secara berbeda. 

Bagi mereka, proyek industri yang berdiri di tanah mereka seharusnya juga menjadi ruang bagi mereka untuk terlibat secara lebih besar.

Ketika masyarakat melihat bahwa banyak posisi teknis diisi oleh tenaga kerja dari luar negeri, muncul perasaan yang sulit dihindari, rasa bahwa mereka belum sepenuhnya menjadi bagian dari perubahan yang terjadi di tanahnya sendiri.

Dalam beberapa kasus, perbedaan budaya kerja, bahasa, dan persepsi keadilan faktanya telah seringkali memicu ketegangan antara pekerja lokal dan pekerja asing.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah industrialisasi dunia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved