Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dulu Novel Baswedan, Kini Aktivis KontraS: Teror Air Keras Diduga Libatkan Oknum Aparat

Insiden tersebut seolah membuka kembali luka lama bangsa terkait serangan brutal terhadap penegak hukum dan aktivis.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
AIR KERAS - Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan dan Aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pada 2020 lalu, Novel menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum aparat kepolisian, kini Andri korban oknum TNI. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penangkapan empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, hebohkan publik.

Peristiwa ini bukan sekadar kasus kekerasan biasa.

Insiden tersebut seolah membuka kembali luka lama bangsa terkait serangan brutal terhadap penegak hukum dan aktivis.

Ingatan publik pun langsung tertuju pada tragedi yang pernah dialami mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Pada 2020 lalu, Novel menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum aparat kepolisian.

Kini, pola kekerasan serupa kembali muncul.

Bedanya, korban kali ini adalah aktivis hak asasi manusia, sementara pelaku diduga berasal dari unsur militer.

Novel pun angkat bicara.

Ia menilai empat prajurit yang telah diamankan bukanlah dalang utama dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, mereka hanya pelaksana di lapangan dari skenario yang lebih besar dan terstruktur.

“Dalam pandangan saya, empat orang itu hanya pelaku lapangan. Saya yakin masih banyak aktor lain yang terlibat dalam kejahatan tersebut,” ujar Novel kepada Tribunnews.com, Rabu (18/3/2026).

Ia menegaskan, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada penangkapan para eksekutor.

Novel mendesak aparat mengusut hingga ke sosok pemberi perintah atau aktor intelektual di balik serangan itu.

Desakan tersebut muncul setelah Detasemen Markas BAIS TNI menyerahkan empat personelnya kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk diperiksa lebih lanjut.

Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menjelaskan keempat terduga pelaku terdiri dari tiga perwira dan satu bintara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved