Headline Tribun Timur
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Kompleks Imam Reza, Mashhad
Ali Khamenei dimakamkan di Mashhad, kampung halaman dan kota suci. Ia memimpin Iran 37 tahun.
Ringkasan Berita:
- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat pada 28 Februari 2026.
- Upacara kenegaraan digelar tiga hari di Teheran, sebelum jenazah dimakamkan di Mashhad.
- Mashhad dipilih karena nilai historis dan spiritual, khususnya Kompleks Suci Imam Reza.
- Kendali sementara Iran dipegang dewan interim hingga Majelis Ahli memilih pemimpin baru.
- Keamanan menjadi prioritas, beberapa gedung Majelis Ahli sempat terkena serangan udara AS-Israel.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei, dimakamkan di kota suci Mashhad, kampung halamannya, usai memimpin Republik Islam Iran selama 37 tahun.
Upacara kenegaraan berlangsung tiga hari di Teheran, memberikan kesempatan warga memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dibawa ke Kompleks Suci Imam Reza, lokasi makam penting bagi umat Syiah.
Khamenei wafat pada usia 86 tahun setelah memimpin Iran sejak 1989.
Ia gugur dalam rangkaian serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026).
Mashhad dipilih sebagai lokasi pemakaman karena memiliki nilai historis dan spiritual bagi keluarga Khamenei.
Ia akan dimakamkan di kompleks Imam Reza shrine, salah satu situs keagamaan terpenting bagi umat Syiah.
Sebelum pemakaman, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan akan menggelar upacara penghormatan terakhir di Teheran.
Jadwal resmi prosesi pemakaman hingga kini masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari otoritas setempat.
“Upacara perpisahan besar akan diadakan di Teheran,” tulis pernyataan IRGC, sebagaimana dilansir AFP, Rabu (4/3/2026).
Namun, hingga saat ini, pihak otoritas belum mengumumkan tanggal pasti pelaksanaan pemakaman.
Usai gugurnya Khamenei, kendali kekuasaan Iran sementara waktu diserahkan kepada dewan interim yang beranggotakan tiga orang.
Dewan ini bertugas menjalankan pemerintahan hingga Majelis Ahli memilih pengganti tetap.
Adapun anggota dewan interim tersebut terdiri dari Presiden Iran, Kepala Yudisial, dan ahli hukum dari Dewan Garda.
Proses pemilihan pemimpin baru tampaknya akan mengalami hambatan.
Mengutip seorang pejabat yang mengetahui proses tersebut, kantor berita Fars melaporkan bahwa pertemuan final Majelis Ahli kemungkinan besar ditunda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PEMIMPIN-IRAN-Pemimpin-Tertinggi-Iran-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)