Headline Tribun Timur
Kopilot ATR 42-500 dari Malili
Farhan satu diantara delapan awak pesawat berada dalam penerbangan yang hilang kontak sejak Sabtu (17/1).
Ringkasan Berita:
- Farhan Gunawan merupakan kopilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di Gunung Bulusaraung sejak Sabtu (17/1).
- Ia tercatat sebagai satu dari delapan awak pesawat dalam manifest penerbangan nahas tersebut.
- Farhan dikenal sebagai pribadi tekun yang meniti karier di dunia penerbangan.
- Ia merupakan alumnus SMA Islam Athirah Makassar dan lahir di Malili, Kabupaten Luwu Timur.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kopilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak di Gunung Bulusaraung bernama Farhan Gunawan.
Farhan merupakan anak karyawan PT Vale Indonesia Tbk dan tercatat dalam manifest pesawat nahas tersebut.
Farhan satu diantara delapan awak pesawat berada dalam penerbangan yang hilang kontak sejak Sabtu (17/1).
Hingga Minggu (18/1), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, lokasi ditemukannya serpihan pesawat.
Farhan dikenal sebagai pribadi yang meniti karier di dunia penerbangan dengan tekun. Ia merupakan alumnus SMA Islam Athirah Makassar, salah satu sekolah swasta ternama di Sulawesi Selatan.
Pria kelahiran Malili, Kabupaten Luwu Timur, itu tumbuh di wilayah paling timur Sulawesi Selatan.
Baca juga: Apa Dibahas? Menhub dan Kabasarnas Pertemuan Tertutup di Posko SAR Pesawat ATR 42-500
Kampung halamannya berjarak sekira 11 jam perjalanan darat dari lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung.
Farhan merupakan putra dari Capten Gunawan, karyawan PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sorowako, Luwu Timur.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum.
“Benar, Copilot Farhan Gunawan adalah anak dari karyawan PT Vale, Capten Gunawan,” ujar Vanda, Minggu (18/1).
Atas peristiwa tersebut, PT Vale menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam.
Menurutnya, insiden ini tidak hanya menjadi tragedi penerbangan nasional, tetapi juga meninggalkan duka bagi keluarga besar perusahaan.
“Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, doa dan perhatian kami tertuju kepada seluruh penumpang, awak pesawat, serta keluarga yang terdampak,” katanya.
Vanda menambahkan, perusahaan telah membangun komunikasi langsung dengan keluarga Farhan.
PT Vale memastikan pendampingan dan dukungan diberikan, sembari tetap menghormati privasi keluarga.
“Kami menempatkan keselamatan, kemanusiaan, dan kepedulian sebagai nilai utama. Kami memastikan keluarga mendapatkan dukungan diperlukan di masa yang sangat sulit ini,” katanya.
Sementara itu, ratusan personel tim SAR gabungan masih berjibaku di medan terjal Gunung Bulusaraung.
Lereng curam, vegetasi lebat, hujan, dan kabut tebal menjadi tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi.
Di tengah operasi SAR berskala nasional tersebut, nama Farhan Gunawan kini menjadi perhatian banyak pihak.
Seorang anak daerah dari ujung Sulawesi Selatan yang mengabdikan diri di dunia penerbangan, dan kini kabarnya dinantikan oleh keluarga, sahabat, serta rekan-rekannya.
Keluarga Farhan Gunawan, kopilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, tiba sejak dini hari di posko keluarga penumpang, di Kantor Divisi Security Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1).
Kedatangan keluarga Farhan berasal dari Malili, Kabupaten Luwu Timur. Namun, kedua orang tua Farhan tidak ikut datang ke posko.
“Satu mobil dari Malili,” ujar paman Farhan, Haji Wahyu.
Wahyu menjelaskan, kondisi kesehatan ibu Farhan memburuk saat baru tiba di Makassar, sehingga harus mendapat perawatan medis.
Sementara itu, ayah Farhan memilih tetap mendampingi istrinya.
“Ayah Farhan sedang menjaga ibu Farhan yang sementara dirawat,” ujarnya.
Selain keluarga Farhan, keluarga dari Pilot Kapten Andy Dahananto juga telah mendatangi posko keluarga penumpang.
Posko tersebut didirikan sebagai pusat informasi bagi keluarga penumpang terkait perkembangan pencarian dan evakuasi pesawat.
Hingga saat ini, proses pencarian penumpang pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Karyawan Vale
Dua keluarga karyawan PT Vale Indonesia Tbk tercatat dalam manifest pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1).
Setelah satu hari pasca dilaporkan hilang, lokasi jatuhnya pesawat mulai dipetakan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (18/1).
Sejumlah serpihan puing pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep–Maros.
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri atas awak dan penumpang.
Dari daftar manifest, dua di antaranya merupakan keluarga karyawan PT Vale yang bermukim di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.
Jarak Sorowako ke lokasi penemuan puing pesawat di Gunung Bulusaraung sekitar 570 kilometer, atau dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 11 jam perjalanan darat.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, membenarkan bahwa dua awak pesawat memiliki keterkaitan langsung dengan karyawan perusahaan.
“Anak dari karyawan PT Vale Capten Gunawan, yaitu Copilot Farhan Gunawan, serta suami dari karyawan PT Vale Widyarlina, yakni Pilot Kapten Andy Dahananto, tercatat dalam manifest pesawat,” ujar Vanda kepada Tribun-Timur, Minggu (18/1) sekira pukul 14.38 Wita.
Atas insiden tersebut, PT Vale menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam. Menurut Vanda, peristiwa ini berdampak langsung terhadap keluarga dua karyawan PT Vale yang terkonfirmasi masuk dalam daftar manifest pesawat.
“Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, perhatian dan doa kami tertuju kepada seluruh penumpang, awak pesawat, serta keluarga dan orang-orang terkasih yang terdampak,” ujarnya.
Vanda menegaskan, PT Vale menempatkan keselamatan, kemanusiaan, dan kepedulian sebagai nilai utama perusahaan.
Oleh karena itu, sejak awal perusahaan telah menjalin komunikasi langsung dengan keluarga karyawan yang terdampak.
“Kami memastikan pendampingan dan dukungan diberikan, dengan tetap menghormati privasi serta ruang bagi keluarga untuk melalui masa yang sangat sulit ini,” ungkapnya.
PT Vale juga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menghormati seluruh proses resmi yang tengah dilakukan oleh otoritas berwenang, termasuk proses pencarian dan klarifikasi insiden penerbangan tersebut.
“Seiring masih berlangsungnya penanganan, kami tidak akan berspekulasi ataupun menyampaikan informasi yang belum terkonfirmasi secara resmi,” tegas Vanda.
PT Vale akan menyampaikan informasi lanjutan kepada publik apabila terdapat pembaruan resmi dari pihak berwenang.
Cuaca Buruk
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mulai memfokuskan pencarian terhadap 10 korban dan black box pesawat ATR 42-500 pada Minggu (18/1/2026).
Operasi pencarian dilakukan di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan.
Pesawat berlogo Kementerian Kelautan dan Perikanan itu diduga jatuh di punggung utara dan timur salah satu gunung tertinggi di Sulsel.
Lokasinya berada di kawasan pegunungan karst dengan medan ekstrem.
Posko SAR berada di Desa Tompobulu pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut.
Kondisi medan berupa gunung karst terjal, hutan dengan vegetasi basah, serta kemiringan lereng berkisar 45 hingga 75 derajat.
Di tengah proses pencarian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan imbauan cuaca untuk wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep.
“Hari ini wilayah Maros–Pangkep berpotensi hujan ringan hingga sedang,” ujar Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rekun Matandung, Minggu (18/1).
Hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kecamatan di Maros, di antaranya Mandai, Bantimurung, Maros Baru, Bontoa, Tanralili, Marusu, Simbang, Lau, Moncongloe, dan Turikale.
Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kecamatan Camba, Mallawa, Cenrana, dan Tompobulu.
BMKG juga memprediksi hujan meluas ke wilayah Kabupaten Pangkep hingga Kota Makassar.
“Kami sudah mengeluarkan peringatan. Saat ini hujan terjadi di Maros dan berpotensi meluas ke Pangkep dan Makassar,” kata Rekun.
Di Kabupaten Pangkep, hujan sedang diprakirakan terjadi di Kecamatan Balocci dan Tondong Tallasa.
Adapun hujan ringan berpotensi melanda Pangkajene, Bungoro, Segeri, dan Minasa Tene.
Menurut Rekun, hujan diperkirakan tidak terjadi sepanjang hari dan akan diselingi jeda. Kecepatan angin diprediksi berkisar antara 20 hingga 40 kilometer per jam.
“Kencang biasanya terjadi dini hari. Relatif aman pada siang hingga sore hari,” jelasnya.
Sementara itu, posko SAR utama dipindahkan dari Desa Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Jarak tempuh antara posko lama dan posko baru sekitar 32 kilometer. Relokasi dan mobilisasi personel diputuskan mulai pukul 21.00 Wita.
Kepala BPBD Pangkep, Akbar Yunus, berharap kondisi cuaca mendukung proses pencarian. Ia berharap hujan tidak turun di kawasan Gunung Bulusaraung, Taman Nasional Bantimurung, dan Geopark Karst Maros-Pangkep.
“Kita berdoa semoga pagi sampai siang ini Bulusaraung tidak hujan,” kata Akbar di Posko TRC SAR Pangkep, Pangkajene, pukul 00.21 Wita.
BMKG memprediksi potensi hujan sedang di Kecamatan Balocci dengan suhu berkisar 24 hingga 27 derajat Celsius.
Khusus di Desa Tompobulu, hujan sedang juga masih berpotensi terjadi dengan suhu antara 23 hingga 25 derajat Celsius.
Kondisi cuaca dan medan yang ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan dalam upaya pencarian serpihan pesawat dan para korban.
Makassar Bergerak
Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin merespons cepat insiden pesawat ATR 42-500 hilang kontak, Sabtu (17/1).
Appi menginstruksikan BPBD Makassar bergabung dalam operasi pencarian dan penanganan darurat bersama Basarnas dan tim SAR gabungan.
"Sejak sore BPBD Makassar sudah saya minta turun ke lapangan membantu pencarian korban dan menelusuri titik jatuhnya pesawat," ujarnya.
Appi menegaskan, meski lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Makassar, pemerintah kota tetap siap membantu demi kepentingan kemanusiaan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Makassar meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengerahkan 12 personel, dua unit ambulans, dua mobil rescue, serta satu unit drone untuk pemantauan udara.
Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar menyatakan seluruh personel bekerja dalam rantai komando Basarnas sebagai leading sector operasi SAR.
"Kami hadir untuk memperkuat tim gabungan, bukan mengambil alih kewenangan," kata Fadli.
Jaringan Terbatas
Jaringan internet di Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros timbul tenggelam, Sabtu (17/1) malam.
Kondisi ini menyulitkan warga maupun jurnalis di lokasi untuk mengirim informasi di tengah situasi darurat pencarian pesawat.
"Hilang-hilang jaringan. Susah kirim foto dan video," ujar Nurul Hidayah, jurnalis Tribun-Timur.com yang meliput langsung dari Leang-Leang.
Untuk mengirim video dan melakukan laporan langsung, Nurul terpaksa meninggalkan lokasi dan bergerak menuju Kecamatan Bantimurung.
Jarak ditempuh sekitar 10 kilometer demi mendapatkan sinyal internet yang lebih stabil.
"Pas ada kejadian pesawat jatuh, langsung tidak bagus jaringan internet," kata Nur Aulia, warga Leang-Leang.
Nur Aulia mengaku menggunakan provider Smartfren, sementara perangkat yang digunakan jurnalis Tribun-Timur.com mengandalkan jaringan Telkomsel.
Keduanya sama-sama terdampak gangguan jaringan. Pantauan di lapangan menunjukkan indikator sinyal di ponsel rata-rata hanya satu bar, lalu menghilang.
Sesekali sinyal naik hingga tiga bar sebelum kembali melemah. Leang-Leang berada di kaki Gunung Bulusaraung, kawasan perkampungan Bugis-Makassar yang biasanya tenang.
Namun sejak Sabtu, suasana berubah. Kampung tersebut mendadak ramai oleh pendatang. Mereka datang untuk membantu pencarian, mencari informasi, hingga memantau perkembangan hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport.
Di tengah keterbatasan jaringan seluler, aparat TNI yang terlibat dalam operasi pencarian dilaporkan menggunakan layanan internet berbasis satelit Starlink untuk mendukung koordinasi dan operasional di lapangan.
Leang-Leang berjarak sekitar 47 kilometer dari Kota Makassar dengan waktu tempuh darat mencapai dua jam.
Sementara jarak dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ke Leang-Leang sekitar 30 kilometer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-19-Headline-Tribun-Timur-edisi-19-Januari-2026.jpg)