Headline Tribun Timur
2 Kali Juara Umum, Unhas Kalahkan UGM
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (58), bawa kampus merah ini back to back juara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengukir sejarah lagi.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (58), bawa kampus merah ini back to back juara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Unhas mempertahankan gelar juara umum, mengalahkan kampus besar seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
“Alhamdulillah, terima kasih sivitas akademika, khususnya kontingen Pimnas. Dua tahun berturut-turut Unhas bisa mempertahankan juara, ini luar biasa,” katanya usai menerima piala juara umum di podium utama GOR JK Arenatorium, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (28/11), sekira pukul 00.45 Wita.
Humaniversity ini menjadi yang terbaik dengan total 27 medali: 15 emas, 9 perak, dan 3 perunggu di Pimnas ke-38.
Suasana GOR JK Arenatorium memuncak sejak pengumuman peringkat dimulai.
Baca juga: Prof JJ Catat Rekor Bagi Unhas, Rektor Pertama Bawa Kampus Merah Juara Umum di Pimnas
ITS diumumkan di posisi kelima, disusul Undip keempat dan IPB di posisi ketiga.
Ketegangan makin terasa saat juara 1 dan 2 hendak dibacakan.
Kontingen Unhas di sisi kiri tribun berdoa sambil menatap layar besar.
Sebagian mahasiswa menunduk, tak sanggup melihat detik krusial itu.
Dari tengah arena, Prof Jamaluddin Jompa dan Wakil Rektor I Prof Ruslin juga tampak tegang. Matanya serius menatap layar, begitu juga dengan jajaran dekan se-Unhas.
Hingga akhirnya logo Unhas muncul sebagai juara umum.
Mahasiswa langsung bersorak, berpelukan, bahkan sujud syukur.
Prof Ruslin bahkan tanpak memeluk erat Prof Jamaluddin Jompa di tengah gemuruh selebrasi.
“Terima kasih kepada mahasiswa dan para pembimbing yang membuat kita bangga dan terharu,” kata Prof JJ.
Setelah pengumuman, seluruh kontingen Unhas naik ke panggung.
Prof JJ berdiri paling depan mengangkat piala juara umum, disambut teriakan ribuan peserta Pimnas.
Penutupan juga dimeriahkan penampilan Shanna Shannon, Fadly Padi, dan berbagai bintang tamu.
Lagu-lagu seperti Indonesia Pusaka, Kolam Susu, hingga Sahabat Selamanya membuat suasana kembali hangat dan penuh kegembiraan.
Perguruan Tinggi
“Kita saksikan karya-karya out of the box. Presentasi luar biasa, membuat kita optimistis Indonesia tidak kehilangan talenta,” ujar Ketua Panitia Pimnas Prof Ruslin.
Ketua Panitia Pimnas ke-38, Muhammad Ruslin, menyampaikan bahwa Pelaksanaan Pimnas tahun ini berlangsung pada 23–27 November.
Total 167 perguruan tinggi, 417 tim, 1.847 mahasiswa, dan 401 dosen pendamping ambil bagian dalam ajang kreativitas mahasiswa terbesar di Indonesia itu.
“Dalam Pimnas 38 telah dipresentasikan 104 karya Riset Eksakta, 63 karya Riset Sosial Humaniora, 63 karya Pengabdian kepada Masyarakat, 61 karya Kewirausahaan, 42 karya Karsa Cipta, 21 karya Inovatif, 21 karya Penerapan Iptek, 21 Video Gagasan Konstruktif, dan 21 karya Futuristik Tertulis,” katanya.
Ia mengapresiasi perjuangan para mahasiswa selama kompetisi berlangsung.
Ruslin menambahkan, tampilnya ratusan finalis dengan karya-karya terbaik membuktikan bahwa Indonesia tidak akan kekurangan talenta muda, inovator, dan calon pemimpin masa depan.
Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Ruslin melihat langsung bagaimana mahasiswa menunjukkan bakat luar biasa.
“Mereka adalah generasi penerus dengan kelebihan dan keunggulannya,” ujarnya.
Sementara Direktur Belmawa Kemdiktisaintek RI, Beny Bandanadjaja, memberi apresiasi atas semangat sekaligus kualitas karya peserta.
Menurutnya, Pimnas bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga wadah pembuktian kreativitas generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Peserta di ruangan ini merupakan hasil penyaringan dari lebih dari 30 ribu proposal. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 1.500 yang diterima, dan akhirnya mengerucut menjadi sekitar 400 tim yang tampil di Pimnas tahun ini,” kata Beny.
Kontingen UGM
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sujito apresiasi perjuangan kontingen UGM selama setahun terakhir.
Ia menilai keikutsertaan di Pimnas bukan sekadar medali, tetapi proses penguatan kapasitas riset, presentasi, kolaborasi, dan tradisi ilmiah mahasiswa.
“Pengalaman ini menjadi bekal intelektual berharga untuk perjalanan akademik dan profesi mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan capaian UGM hasil kerja bersama mahasiswa, dosen pembina, pendamping, dan Direktorat Kemahasiswaan.
Semangat riset dan ketekunan mahasiswa layak diapresiasi sebagai bagian dari budaya akademik kampus.
“Apa yang mereka kerjakan akan menjadi modal penting untuk masa depan,” katanya.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna mengapresiasi seluruh tim pembina dan mahasiswa yang telah bekerja hampir setahun mengembangkan PKM.
Ia menyatakan hasil tahun ini menjadi proses pembelajaran untuk memperkuat sistem pembinaan, termasuk pendampingan lebih intensif dan seleksi berlapis.
“Kami menghargai dedikasi semua mahasiswa dalam PKM tahun ini,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi mahasiswa.
Ia berharap karya UGM tidak berhenti di kompetisi, tetapi berkembang menjadi produk atau solusi yang berdampak bagi masyarakat.
“Tantangannya adalah menjaga kreativitas mahasiswa agar terus hidup dan memberi kontribusi nyata,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-11-29-Unhas-juara-Pimnas-ke-38.jpg)