110 Tahun PSM Makassar
Harry Tjong: Tangan Saya Sobek Tahan Tendangan Ramang
Harry Tjong penjaga gawang sekaligus tim yang merasakan karakter keras tim Juku Eja.
“Kalau Ramang tendang 10 bola, 9 setengah itu masuk gawang.”
KALAULAH kesehatan itu keberuntungan, maka Harry Tjong (87) adalah saksi hidup.
Dialah kiper di masa jaya tim Andi Ramang (1924-1987).
Dia saksi hidup dan membawa nama harum PSM sebagai tim juara berkarakter keras.
Dia ikut mempersembahkan 2 tropi juara PSM (1957 dan 1959).
Bersama suporter, dia saksi mata suka cita tiga kali PSM juara liga PSSI nasional; (1991/1992), Liga I Mandiri (1999/2000) dan juara Liga I 2022/2023.
Harry Tjong penjaga gawang sekaligus tim yang merasakan karakter keras tim Juku Eja.
Harry Tjonglah, jadi saksi dahsyat sepakan kaki kiri Ramang, gocekan bola Suardi Arlan (1932-2005), dan umpan matang Noor Salam (1933-2001).
“Saya tak pernah lagi temukan pemain seperti Ramang. Kalau tendang 10 bola, 9 setengah itu masuk ke gawang. Ini tangan kanan saya, sampai sobek karena tahan tendangan Ramang.” ujar Harry saat diwawancara virtual bersama Tribun dari Jakarta, Rabu (22/10/2025) sore.
Pendiri Museum Pustaka Tionghoa Indonesia, Azmi Abubakar, menyebut, selain Ramang, Harry Tjong laik jadi legenda kiper PSM Makassar.
Harry berusia 17 tahun saat kali pertama jadi penjaga gawang PSM Makassar,
Kala itu, 1954 PSM Makassar berulang tahun ke-38.
Sebelas hari menjelang ulang tahun ke-110, Harry Tjong, masih bugar dan lancar mengisahkan 72 tahun kecintaan dan hatinya untuk Juku Ejayya.
Mengenakan topi dan official jersey 2015/16, Rabu (22/10/2025), Harry begitu bergairah mengisahkan ke-PSM-annya.
Karena indera dengarnya mulai melemah, dia didampingi putranya, Billy, dan dua cucu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ULTAH-PSM-Harry-Tjong-kiper-di-masa-jaya-tim-Andi-Ramang-1924-1987.jpg)