Rp140 M PAD Maros Berhasil Terkumpul, Capaian Dinas Pertanian dan Kopumdag Seret
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menilai capaian tersebut sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
“Blower itu bisa menjadi sumber pendapatan. Tapi harus dibuatkan rumah penampungan agar debunya tidak keluar dan suara gensetnya tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, kendala utama yang dihadapi sektor pertanian berasal dari pendapatan sewa Barang Milik Daerah (BMD).
“Banyak alat yang sudah tidak beroperasi lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan juga masih tertinggal dari target yang ditetapkan.
Dari target PAD sebesar Rp4,3 miliar, realisasi hingga Mei baru mencapai sekitar Rp978 juta atau 22,50 persen.
Artinya, dinas tersebut masih harus mengejar sekitar Rp3,3 miliar hingga akhir tahun.
Ia menyebut rendahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian pendapatan di sektor tersebut.
“Kemudian ada beberapa sarana dan prasarana yang perlu pemeliharaan, misalnya ketika banjir masuk air,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjadi OPD dengan capaian PAD terbaik.
Dari target Rp100 juta, realisasi yang berhasil dikumpulkan telah mencapai Rp122 juta atau 122 persen.
| Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Inflasi, Mentan Amran Perkuat Stabilitas Pangan |
|
|---|
| Solar Langka dan Harga Eceran Rp20 Ribu, Nelayan Bontoa Maros Tak Melaut |
|
|---|
| Sudah Sepekan Pembunuh Sopir Maxim di Maros Berkeliaran, Polisi Belum Ungkap Identitas Pelaku |
|
|---|
| Polres Maros Belum Terima Surat Demo, Mahasiswa Baru Jadwalkan Konsolidasi |
|
|---|
| Dekatkan Pelayanan Publik, Imigrasi Makassar Hadirkan Layanan Eazy Paspor di MPP Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260615-Rapat-evaluasi-PAD-maros.jpg)