Solar Langka
Truk Pengangkut Koper Jemaah Haji Tujuan Polman Terjebak Antrean Solar di Maros
Akibatnya, kepadatan kendaraan tak dapat terhindarkan baik dari arah Kota Makassar maupun dari arah Kabupaten Maros.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kelangkaaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pantauan reporter Tribun-Timur.com, Nurul Hidayah, antrean truk mengular di sejumlah SPBU di Maros, mulai dari SPBU Buttatoa, SPBU Ballu-ballu hingga SPBU Batangase.
Antrean kendaraan berukuran besar tersebut hingga ke jalan poros.
Akibatnya, kepadatan kendaraan tak dapat terhindarkan baik dari arah Kota Makassar maupun dari arah Kabupaten Maros.
Sejumlah sopir nampak menunggu di dalam truk.
Ada juga yang hanya berdiri di samping truk mereka menunggu pengisian solar di SPBU.
Salah satu pengendara truk, Aswar mengaku sudah mengantre solar sejak dini hari.
Hingga siang hari, truk yang hendak membawa koper jemaah haji ke Polewali Mandar itu belum mendapatkan pasokan bahan bakar.
Ia menyebutkan kondisi kelangkaan solar tidak hanya terjadi di Kabupaten Maros saja.
"Di kota Makassar juga tidak ada, panjang juga antreannya," sebutnya saat ditemui di SPBU Batangase, Rabu (10/6/2026).
Ia pun mengakui tak tahu penyebab kelangkaan solar ini.
Sebab, untuk harga solar sendiri masih terbilang normal.
“Sekali pengambilan Rp1 juta, harga normal, tidak tahu juga kenapa bisa langka,” ujarnya.
Ia pun berharap pemerintah bisa mencari solusi terhadap kelangkaan solar yang terjadi di hampir seluruh wilayah di Sulawesi Selatan ini.
Sopir lainnya, Erik mengatakan kondisi kelangkaan ini sudah terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
Ia menjelaskan kelangkaan solar tak hanya terjadi di Kabupaten Maros saja.
Namun juga dari Kota Makassar hingga ke Kabupaten Wajo.
“Kalau daerah ke bawah itu lebih susah lagi dapat solarnya,” katanya.
Pria yang hendak ke Kendari, Sulawesi Tenggara untuk membawa muatan mie instan itu pun mengaku terhambat akibat kelangkaan solar ini.
Apalagi untuk mendapatkan solar, dirinya bahkan harus menunggu lama di SPBU.
“Kalau normal hanya butuh 2 hari saja untuk sampai di Kendari, namun karena solar langka, bisa lebih lama lagi,” katanya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Batangase, Firdaus, mengatakan pasokan solar masih tetap stabil yakni 24 kiloliter.
Ia menyebutkan, harga BBM jenis solar juga tak mengalami lonjakan.
"Kalau Solar pengiriman masih normal. Harga subsidi juga tetap Rp6.800," sebutnya.
Ia juga mengakui adanya peningkatan antrean kendaraan di SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini dipicu meningkatnya intensitas pembelian BBM, sementara pasokan tidak mengalami penambahan.
“Pembelian meningkat, sementara pengiriman tetap 24 kiloliter,” katanya.
| Solar Langka, Harga Ikan Naik Rerata 42 Persen di Bone Sulsel |
|
|---|
| Aktivitas Melaut Nelayan Bone Terganggu Imbas Solar Langka |
|
|---|
| Solar Langka, Nelayan Wotu Lutim Tak Bisa Melaut |
|
|---|
| Solar Langka Lagi di Sulsel, Truk Antre di Badan Jalan Poros |
|
|---|
| Jeritan Nelayan Kepulauan Selayar, BBM Langka, Jika Dapat Harganya Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SOLAR-LANGKA-Suasana-antrean-truk-untuk-pengisian-solar-di-SPBU.jpg)