Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Solar Langka

Aktivitas Melaut Nelayan Bone Terganggu Imbas Solar Langka

Para nelayan mengaku harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan solar, namun kerap kali kehabisan sebelum giliran mereka tiba.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Wahdaniar
SOLAR LANGKA - Kondisi antrean kendaraan untuk mengisi BBM di SPBU jalan Mangga Kecamatan Tanete Riattang beberapa waktu lalu. Nelayan di Bone mengeluh sulit dapatkan solar, aktivitas melaut terganggu.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Sejumlah nelayan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas melaut mereka yang kini menjadi terbatas, bahkan sebagian terpaksa tidak melaut karena kehabisan bahan bakar.

Para nelayan mengaku harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan solar, namun kerap kali kehabisan sebelum giliran mereka tiba.

Salah satu nelayan asal Kecamatan Tanete Riattang Timur, Rahman (45), mengungkapkan kesulitan yang dialaminya sejak beberapa hari terakhir.

“Sekarang susah sekali dapat solar. Sudah antre lama, kadang tidak kebagian juga. Padahal ini kebutuhan utama kami untuk melaut,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Rahman mengatakan, kondisi ini membuat penghasilannya menurun drastis karena frekuensi melaut berkurang.

Baca juga: Konsumen Diintimdasi Petugas SPBU di Sinjai Perkara Foto Penyaluran Solar Pakai Jerigen

Biasanya ia bisa melaut hampir setiap hari, namun kini hanya dua hingga tiga kali dalam sepekan.

“Kalau tidak ada solar, kami tidak bisa apa-apa. Mau cari ikan juga bagaimana, perahu tidak bisa jalan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan nelayan lainnya, Arman (39), yang mengaku terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga lebih mahal.

Menurutnya, harga solar di luar SPBU bisa mencapai dua kali lipat dari harga subsidi.

“Terpaksa beli di luar, karena kalau tunggu di SPBU belum tentu dapat. Tapi harganya sangat mahal, jadi keuntungan kami makin sedikit,” jelasnya.

Namun dirinya tidak merinci dengan jelas besaran harga solar diluar SPBU. 

Arman berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan tersebut agar nelayan kecil tidak semakin terbebani.

Ia juga meminta adanya pengawasan lebih ketat dalam distribusi solar subsidi agar tepat sasaran.

Baca juga: Petani Sinjai Selatan Keluhkan Solar Langka Saat Musim Panen

Dirinya khawatir jika situasi ini terus berlanjut, maka akan berdampak pada perekonomian keluarga nelayan di wilayah pesisir Bone.

"Kalau begini terus bisa jadi pasokan ikan di pasaran juga berpotensi menurun akibat berkurangnya aktivitas melaut yang mengakibatkan harga ikan mahal," tandasnya. 

Para nelayan pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar distribusi BBM subsidi, khususnya solar, dapat kembali normal.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved