Polisi Belum Ungkap Pembunuh Sopir Maxim di Maros, Ada Apa?
Kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Maros tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) malam.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Polisi hingga kini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan terhadap sopir Maxim, Abd Haris (50), yang ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir Jalan Poros Kariango Lorong 3, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.
Kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Maros tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) malam.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka sayatan serius pada bagian leher.
Hingga Selasa (9/6/2026), pelaku pembunuhan tersebut masih belum berhasil diamankan.
Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Ridwan, mengatakan penyidik masih terus bekerja mengumpulkan berbagai petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku.
“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Ridwan saat dikonfirmasi Tribun Timur, Selasa (9/6/2026).
Mantan Kasat Reskrip Soppeng itu menjelaskan, tim penyidik masih mendalami sejumlah keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Masih dikembangkan,” ujarnya.
Ridwan menyebutkan, Abd Haris ditemukan tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi bersimbah darah pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 Wita.
Korban merupakan warga Perumahan Anugrah Residence Blok D Nomor 2, Dusun Bira-Bira, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili.
Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, mengatakan korban mengalami luka serius pada bagian leher yang diduga akibat serangan senjata tajam.
“Ditemukan bahwa orang tersebut telah meninggal dunia dengan mengalami luka di bagian leher yang kami duga merupakan korban pembunuhan,” katanya, saat ditemui di Kantor Polsek Tanralili, Senin (8/6/2026).
Douglas menjelaskan, hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara menunjukkan terdapat satu luka sayatan pada bagian depan leher korban.
“Dari hasil olah TKP dan keterangan awal, terdapat satu sayatan di bagian leher dengan panjang sekitar 18 sentimeter,” ungkapnya
Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jenazah korban dijadwalkan menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
“Rencananya hari ini akan dilaksanakan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Dalam penyelidikan awal, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Barang bukti tersebut berupa satu unit sepeda motor milik korban, helm, serta pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan.
Selain itu, sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses pengungkapan kasus.
“Sudah ada saksi yang diperiksa, mulai dari saksi yang pertama kali menemukan korban hingga saksi-saksi lainnya. Saat ini masih dalam pemeriksaan di Polres Maros,” jelas pria kelahiran Jayapura itu.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan motif maupun identitas pelaku di balik kasus tersebut.
Douglas menyebut, penyidik masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk apakah korban dibuntuti sebelum kejadian atau telah ditunggu oleh pelaku di lokasi tertentu.
“Hal itu masih dalam penyelidikan kami. Apakah dibuntuti atau sudah ditunggu, nanti akan diketahui dari hasil penyelidikan selanjutnya,” ujarnya.
Polres Maros saat ini dibantu personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.
“Sampai saat ini kami masih terus berusaha mengungkap pelaku dan mendalami motif dari kejadian ini,” tutupnya.
| 122 Ular Dievakuasi Damkar Maros hingga Juni, 6 Kobra Ditemukan di Permukiman Warga |
|
|---|
| Detik-detik Damkar Maros Taklukkan King Kobra 3,5 Meter Bersembunyi di Permukiman Warga Tanralili |
|
|---|
| Jadwal Penerimaan Siswa Baru 222 SD dan 43 SMP Negeri di Maros, 4 Kecamatan Kekurangan Ruang Kelas |
|
|---|
| 8 Anggota Geng Motor Ditangkap di Tanralili Maros, Polisi Sita Badik dan Pedang |
|
|---|
| Dua Tahun Tak Setor Pajak Parkir, Mie Gacoan Dilapor ke Polres Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/proses-olah-TKP-penemuan-seorang-pria.jpg)