Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

122 Ular Dievakuasi Damkar Maros hingga Juni, 6 Kobra Ditemukan di Permukiman Warga

Wilayah Tanralili Maros menjadi daerah dengan tingkat temuan ular tertinggi selama enam bulan terakhir

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
ULAR DI MAROS - Wawancara Kasi Sarana dan Prasarana Informasi serta Pengolahan Data Damkar Maros, Muhammad Ilham Halimsyah, terkait jumlah ular yang diamankan Damkar Maros, Januari-Mei 2026. Terdapat 122 ekor ular yang diamankan, mayoritas ditemukan di wilayah Tanralili 

Ringkasan Berita:
  • Muhammad Ilham Halimsyah, mengatakan laporan kemunculan ular paling banyak berasal dari Kecamatan Tanralili
  • Mantan Lurah Hasanuddin itu menyebut, wilayah Tanralili menjadi daerah dengan tingkat temuan ular tertinggi selama enam bulan terakhir
  • Selain Tanralili, petugas Damkar juga beberapa kali melakukan evakuasi ular di Kecamatan Bantimurung dan Mandai

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Sebanyak 122 ekor ular diamankan Damkar Maros sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, enam ekor di antaranya merupakan ular kobra yang memiliki bisa berbahaya.

Kasi Sarana dan Prasarana Informasi serta Pengolahan Data Damkar Maros, Muhammad Ilham Halimsyah, mengatakan laporan kemunculan ular paling banyak berasal dari Kecamatan Tanralili.

Mantan Lurah Hasanuddin itu menyebut, wilayah Tanralili menjadi daerah dengan tingkat temuan ular tertinggi selama enam bulan terakhir.

Selain Tanralili, petugas Damkar juga beberapa kali melakukan evakuasi ular di Kecamatan Bantimurung dan Mandai.

“Kalau data yang kami terima, paling banyak itu di Tanralili. Kemudian kemarin juga ada beberapa yang kita amankan di Bantimurung dan Mandai,” ujar Ilham kepada Tribun Timur, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, meningkatnya kemunculan ular di kawasan permukiman diduga dipengaruhi kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Perubahan suhu lingkungan tersebut dinilai dapat memengaruhi habitat alami ular sehingga hewan melata itu keluar dari sarangnya dan mencari tempat yang lebih sejuk.

“Barangkali juga ada kaitannya dengan kondisi cuaca panas. Bisa jadi karena habitatnya terganggu atau kondisi tanah yang lebih panas dari biasanya, sehingga ular keluar mencari tempat yang lebih sejuk,” katanya.

Selain faktor cuaca, ular juga kerap keluar dari habitatnya untuk mencari sumber makanan.

Berkurangnya ketersediaan mangsa di alam liar maupun perubahan kondisi lingkungan menjadi salah satu penyebab ular masuk ke kawasan permukiman.

“Selain itu, ular juga keluar karena mencari mangsa. Jadi memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi,” tambahnya.

Ilham menegaskan, setiap laporan masyarakat terkait kemunculan ular selalu ditindaklanjuti oleh petugas Damkar.

Tim rescue akan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan mengamankan ular agar tidak membahayakan warga sekitar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved