Sultan Hasanuddin Masuk 4 Bandara Terapkan Mecca Route di Indonesia Tahun 2026
Bandara Sultan Hasanuddin menjadi embarkasi pertama di Indonesia Timur yang menerapkan sistem tersebut.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar resmi menjadi salah satu lokasi penerapan layanan Mecca Route untuk pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026.
Bandara Sultan Hasanuddin menjadi embarkasi pertama di Indonesia Timur yang menerapkan sistem tersebut.
Selain Makassar, layanan Mecca Route juga diterapkan di tiga bandara lainnya di Indonesia, yakni Jakarta, Solo, dan Surabaya.
Pemilihan Makassar sebagai lokasi baru Mecca Route tidak terlepas dari statusnya sebagai embarkasi terbesar di Indonesia Timur.
Pantauan langsung Tribun Timur di Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (3/5/2026), jemaah asal Kahupaten Bone yang hendak berangkat ke tanah suci terlebih dahulu dibawa ke lokasi pelayanan Mecca Route.
Selanjutnya, jemaah dipanggil sesuai regu dan menuju lokasi pemeriksaan berkas keberangkatannya.
Petugas dari Arab Saudi mempersilahkan jemaah masuk ke ruang pelayanan dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Setelah berkas administrasi, barulah jemaah diarahkan naik ke pesawat Garuda Indonesia.
Ketua Tim Mecca Route di Embarkasi Makassar, Obaid Fala Alotaibi mengatakan layanan itu bertujuan memangkas proses pemeriksaan jemaah haji agar lebih cepat dan nyaman.
Melalui sistem tersebut, seluruh proses keimigrasian hingga pemeriksaan dokumen jemaah diselesaikan sejak berada di bandara keberangkatan di Indonesia.
“Inisiatif Mecca Route di Republik Indonesia menyambut para jemaah haji dan menyelesaikan seluruh prosedur mereka sejak saat kedatangan,” ujarnya.
Ia menyebut proses pelayanan berlangsung sangat singkat.
“Perjalanan jemaah tidak akan memakan waktu lebih dari satu menit sampai mereka naik ke pesawat,” katanya.
Penerjemah tim Mecca Route menjelaskan, dalam kondisi normal proses layanan hanya memakan waktu beberapa detik.
“Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih dua sampai tiga menit jika ada kendala. Namun jika sistem lancar, tidak sampai lima detik,” jelasnya.
Obaid mengaku senang karena Makassar dipercaya menjadi lokasi baru penerapan layanan Mecca Route tahun ini.
Ia menyebut, kehadiran layanan tersebut di Makassar menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji asal Indonesia Timur.
“Tentu saja kami sangat senang berada di sini, di Indonesia. Khususnya di Kota Makassar. Ini adalah tahun pertama layanan Mecca Route hadir di Makassar,” ujarnya.
Ia berharap layanan tersebut dapat terus berlanjut pada musim haji berikutnya.
“InsyaAllah akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Obaid menjelaskan tujuan utama program tersebut adalah memberikan kemudahan bagi jemaah agar dapat menjalani perjalanan ibadah haji dengan nyaman sejak dari tanah air.
“Layanan ini diberikan untuk memudahkan prosedur bagi jemaah haji agar mereka dapat menikmati perjalanan haji yang mudah dan nyaman,” tuturnya.
Tim layanan Mecca Route yang didatangkan dari Arab Saudi terdiri dari berbagai sektor dan instansi.
Mereka dibagi sesuai tugas masing-masing, mulai dari petugas paspor atau keimigrasian, penyambutan jemaah hingga tim media.
Salah satu keuntungan terbesar dari layanan tersebut yakni jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi.
Seluruh proses telah dituntaskan di Bandara Sultan Hasanuddin sebelum keberangkatan.
“Ketika jemaah tiba di bandara sana, mereka tidak melakukan imigrasi lagi. Langsung menuju bus lalu ke hotel,” jelas penerjemah.
Tak hanya itu, bagasi jemaah juga langsung diantar ke hotel masing-masing di Arab Saudi.
Obaid pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak di Makassar dan Sulawesi Selatan atas dukungan terhadap pelaksanaan layanan tersebut.
General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menjelaskan Mecca Route merupakan bentuk kemudahan bagi calon jemaah haji.
Terutama dalam proses pemeriksaan dokumen sebelum keberangkatan.
“Sehingga saat tiba di Jeddah atau Madinah, jemaah tidak lagi melakukan pengecapan paspor,” katanya.
Ia menuturkan, dengan Mecca Route maka seluruh proses keimigrasian telah diselesaikan di Indonesia sebelum keberangkatan.
Ia menyebutkan alur pelayanan jemaah dimulai dari asrama haji menuju bandara.
Jemaah kemudian melalui proses bagasi dan pemeriksaan X-ray kabin.
Selanjutnya, jemaah diantar menggunakan bus menuju apron bandara.
Setibanya di bandara, jemaah masuk ke ruang holding Indonesia.
Kemudian dilanjutkan ke ruang pemeriksaan paspor oleh petugas Arab Saudi.
"Setelah itu, jemaah menuju ruang holding Saudi sambil menunggu proses boarding," bebernya.
| Ayo Ikut! Lomba Mewarnai RIRI di Gramedia Nipah Park Makassar, Hadiah Uang Tunai |
|
|---|
| RT/RW Kelurahan Balang Baru Dapat Edukasi Pemilahan Sampah dari Penyuluh Persampahan DLH Makassar |
|
|---|
| 51 Siswa Ikut CEQ, Al-Biruni Mandiri School Perkuat Standar Global |
|
|---|
| Bau Limbah Ganggu Warga, Ketua RT Mannuruki Turun Tangan Bersihkan Drainase |
|
|---|
| Daffa Salman Akhiri Musim Lebih Cepat Bersama PSM Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jemaah-asal-Kahupaten-Bone-2026-66.jpg)