TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mendapatkan keluhan warga terkait adanya bau busuk akibat limbah yang menumpuk di drainase, Ketua RT 001 RW 004 Kelurahan Mannuruki, Andi Muzakkar langsung bergerak cepat.
Warga di Mannuruki Lorong 3 terganggu dengan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah usaha kuliner yang dibuang ke dalam got.
“Ada beberapa warga yang sampaikan ke saya soal bau tidak sedap dari limbah yang dibuang ke drainase,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Minggu (3/5/2026).
Menindaklanjuti laporan itu, ia turun langsung bersama Ketua RW 004, mengecek lokasi dan mendapati kondisi drainase yang dipenuhi limbah, terutama dari aktivitas pedagang di sekitar lorong.
“Memang bau sekali di lokasi. Jadi saya langsung minta warga kerja bakti untuk bersihkan,” jelasnya.
Kerja bakti kemudian dilakukan dengan melibatkan seluruh RT di RW 004 bersama warga.
“RT satu sampai RT lima bergabung semua. Limbahnya kita angkat, dimasukkan ke karung, ada sekitar enam sampai tujuh karung,” ungkapnya.
Setelah itu, pihaknya langsung menghubungi petugas kebersihan untuk melakukan pengangkutan sampah hasil pengerukan.
“Sudah kami hubungi Satgas kebersihan untuk segera diangkut,” katanya.
Andi juga menegaskan kepada pelaku usaha agar tidak lagi membuang limbah ke drainase, melainkan mengelolanya dengan baik.
“Saya sudah sampaikan, limbah jangan dibuang ke got. Harus dimasukkan dalam wadah, nanti petugas yang angkut,” tegasnya.
Selain penanganan limbah, pihaknya juga mulai membenahi sistem pengangkutan sampah di wilayahnya, khususnya di lorong yang sebelumnya belum terjangkau armada.
Ia mengaku telah merintis akses agar kendaraan pengangkut sampah bisa masuk ke Mannuruki lorong 1 yang selama ini tidak terjangkau.
“Selama ini ada sekitar 20 rumah yang tidak terlayani pengangkutan sampah. Sekarang kita upayakan supaya Viar bisa masuk,” jelasnya.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperbaiki akses jalan agar kendaraan roda tiga pengangkut sampah tidak lagi terkendala saat masuk ke lorong.
“Sudah kita cor sedikit jalannya supaya Viar bisa lewat dan angkut sampah warga,” tambahnya.
Tak hanya itu, Andi juga menyiapkan titik penampungan sementara agar sampah warga lebih tertata sebelum diangkut.
“Kita siapkan tempat kumpul sampah berupa ember di lorong, supaya lebih rapi dan mudah diangkut,” ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya juga telah menggelar pertemuan warga yang dirangkaikan dengan sosialisasi pengelolaan sampah bersama penyuluh dari Dinas Lingkungan Hidup, Sabtu malam kemarin.
Dalam sosialisasi tersebut, warga diberikan pemahaman tentang cara memilah sampah organik dan anorganik.
“Penyuluh jelaskan bagaimana memilah sampah basah dan kering, termasuk cara mengolah sampah organik jadi pupuk,” jelasnya.
Andi berharap, melalui edukasi dan kerja bakti rutin, kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.
Ia pun mendorong agar kegiatan kerja bakti dapat dilakukan secara berkala.
“Kalau bisa rutin satu bulan dua kali kerja bakti supaya lingkungan tetap bersih,” jelasnya.(*)