Jemaah Umrah Asal Maros Sulsel Hilang di Madinah
Lansia tersebut diketahui bernama Sattaro (70), warga Dusun Pampangan, Desa Abbulo Sibatang, Kecamatan Marusu.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Seorang lanjut usia (lansia)asal Kabupaten Maros dilaporkan hilang saat menjalani ibadah umrah di Arab Saudi.
Lansia tersebut diketahui bernama Sattaro (70), warga Dusun Pampangan, Desa Abbulo Sibatang, Kecamatan Marusu.
Ia dilaporkan hilang sejak 10 April 2026 saat berada di Madinah bersama rombongan keluarganya.
Anak korban, Riski mengatakan ayahnya terakhir terlihat saat keluar dari kamar hotel pada waktu subuh tanpa membawa kartu identitas maupun selendang.
“Waktu subuh ayah saya keluar dari kamar hotel tanpa kartu identitas dan selendangnya,” katanya kepada Tribun Timur, Selasa (14/4/2026).
Dari rekaman CCTV, korban terlihat turun melalui tangga darurat hotel hingga menuju area dapur.
Baca juga: Daftar Nama Bos Travel Haji dan Umrah Diperiksa KPK Hari ini Soal Dugaan Korupsi Eks Menag
Di lokasi tersebut, korban sempat bertemu dengan juru masak, sebelum akhirnya diantar ke masjid untuk melaksanakan salat.
“Sempat ada juru masak yang mengantar beliau ke masjid,” tambahnya.
Salah satu anggota rombongan juga mengaku sempat melihat korban berada di masjid.
Namun, saat itu ia mengira korban sedang didampingi oleh anggota keluarga lainnya.
“Seorang rombongan sempat lihat di masjid, tapi dikira ada anaknya yang dampingi,”
Sejak saat itu, korban tidak lagi terlihat dan hingga kini belum ditemukan.
Riski menyebut, tidak ada satu pun yang melihat langsung saat ayahnya keluar dari kamar hotel.
Korban berangkat umrah bersama empat orang anggota keluarga, yakni istri, saudara (tante), dan satu anak laki-lakinya.
Pihak keluarga juga telah berkoordinasi dengan travel umrah sejak awal kejadian.
Baca juga: Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Area Parepare Bagi Takjil hingga Tawarkan Pembiayaan Haji-Umrah
Namun, pencarian disebutkan hanya akan dilakukan hingga hari ini, mengingat Kota Mekkah akan segera memasuki musim haji.
“Dari travel bilang pencarian hanya sampai hari ini karena Mekkah akan masuk bulan haji,” katanya.
Ia pun sangat berharap adanya pencarian pasti dan terbuka.
Sementara itu, jadwal kepulangan rombongan dijadwalkan pada Rabu (15/4/2026) besok.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
"Kami belum menerima informasi dari pihak travel," bebernya.(*)
| Lansia di Soppeng Diduga Hilang Terseret Arus Sungai Saat Hendak ke Kebun, 2 Regu SAR Diturunkan |
|
|---|
| Takziah ke Maros, Menhaj RI Sebut 290 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Tanah Suci |
|
|---|
| Pilu Jemaah Haji Asal Maros Wafat di Tanah Suci, 26 Hari Setelah Kepergian Istri |
|
|---|
| Wawan Mattaliu Berambisi Kembalikan Taji PKB Maros Usai Gantikan Havid S Fasha, Target 6 Kursi |
|
|---|
| Suasana Haru Warnai Pelepasan Angkatan ke-23 TK Zakia Fikrah Moncongloe Maros, 85 Anak Lulus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260414-Orang-Hilang-di-Madinah.jpg)