Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TNI AU Angkut 600 Karung Sampah dari Bantaran Sungai TPI Labuang Maros

Sebanyak 300 personel TNI AU dikerahkan membersihkan TPI Labuang Maros.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
TPI MAROS - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar aksi bersih-bersih Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026). TNI mengumpulkan 600 karung sampah. 

Ringkasan Berita:
  • TNI Angkatan Udara menggelar aksi bersih-bersih di TPI Labuang, Maros, dengan melibatkan 300 personel. 
  • Kegiatan ini berhasil mengangkut sekitar 3 ton sampah, didominasi plastik, dari area Sungai Maros dan sekitarnya.
  • Dalam rangka HUT ke-80 TNI AU, aksi bersih di TPI Labuang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. 
  • Tahun ini, sekitar 600 karung sampah berhasil dikumpulkan, meningkat akibat penumpukan pascabanjir yang memperparah kondisi lingkungan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS TNI Angkatan Udara (AU) aksi bersih-bersih Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026).

Kegiatan tersebut menyasar aliran Sungai Maros di sekitar TPI Maros.

Total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 3 ton.

Sebanyak 300 personel TNI AU dikerahkan membersihkan TPI Labuang Maros.

Mereka membersihkan tumpukan sampah yang didominasi plastik.

Sedikitnya 600 karung sampah berhasil diangkut dari lokasi.

Baca juga: Maros Siapkan 150 Tenant MTQ Sulsel: UMKM Lokal Bayar Rp2 Juta, Luar Daerah Rp3,5 Juta

Kepala UPT TPI Labuang Maros, Burhan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-80 TNI AU.

Ia menyebut kolaborasi ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

“Dalam rangka HUT TNI AU ke-80, ini sudah tahun ketiga kami bermitra dalam kerja bakti aksi bersih di TPI Labuang, khususnya di pelataran sungai,” ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah personel yang dikerahkan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini lebih banyak lagi personel yang diturunkan, sekitar 300 orang,” katanya.

Sampah yang terkumpul sebagian besar merupakan sampah plastik yang terbawa hingga ke area sungai dan pelelangan ikan.

“Sampah yang terkumpul ini kurang lebih 3 ton, dengan sekitar 600 karung. Mayoritas adalah sampah plastik,” jelasnya.

Penumpukan sampah di kawasan tersebut semakin parah pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Meski pembersihan rutin dilakukan setiap hari, volume sampah meningkat signifikan setelah banjir.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved