DLH Maros Catat Lonjakan Sampah Pasca Lebaran, Naik 10 Ton
Volume sampah di Kabupaten Maros, Sulsel meningkat signifikan usai Lebaran.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Volume sampah di Kabupaten Maros meningkat signifikan pasca Lebaran 2026, mencapai 82 ton per hari atau naik sekitar 10 ton dibanding tahun lalu.
- DLH Maros menambah jadwal pengangkutan dan mengerahkan 17 armada. Sampah organik mendominasi, dengan Kecamatan Turikale menjadi penyumbang terbesar akibat tingginya aktivitas masyarakat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Volume sampah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mengalami peningkatan signifikan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros mencatat total sampah mencapai 82 ton per hari.
Kepala DLH Maros, Andi Irfan, mengatakan jumlah tersebut meningkat sekitar 10 ton dibandingkan periode yang sama pada Lebaran tahun sebelumnya.
“Pembersihan difokuskan di Pasar Tramo dan beberapa jalur utama, dengan total sampah yang terangkut mencapai 28,7 ton,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan lonjakan volume sampah sudah terlihat sejak malam Lebaran.
Karena itu, pihaknya melakukan pembersihan khusus di sejumlah titik strategis di wilayah Maros.
Selain pembersihan intensif, DLH Maros juga menyesuaikan jadwal pengangkutan sampah untuk mengantisipasi peningkatan volume.
“Ada tambahan jadwal pengangkutan,” katanya.
Andi Irfan menyebut Kecamatan Turikale menjadi wilayah dengan kontribusi sampah terbanyak selama periode pasca Lebaran.
Menurutnya, tingginya volume sampah di wilayah tersebut dipengaruhi aktivitas ekonomi yang padat serta jumlah penduduk yang besar.
Dari jenisnya, sampah organik masih mendominasi timbunan pasca Lebaran.
Meski terjadi peningkatan signifikan, ia memastikan penanganan sampah tetap berjalan optimal.
DLH Maros juga memastikan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih mencukupi.
“Insyaallah masih cukup,” ujarnya.
Untuk mendukung pengangkutan, DLH Maros mengoperasikan 17 armada.
“17 kendaraan dump truck dan arm roll,” imbuhnya.
Salah satu warga Maros, Khadijah, mengaku volume sampah rumah tangga saat Lebaran memang meningkat.
“Biasanya lebih banyak karena habis masak-masak, banyak kemasan makanan juga menumpuk setelah Lebaran,” ujarnya. (*)
| Daftar 13 Petahana Kembali Terpilih Jadi Ketua PKB di Sulsel, 9 Kehilangan Jabatan |
|
|---|
| Lansia di Soppeng Diduga Hilang Terseret Arus Sungai Saat Hendak ke Kebun, 2 Regu SAR Diturunkan |
|
|---|
| IPIM Sulsel Himpun Tokoh Nasional Bahas Masa Depan Peran Masjid |
|
|---|
| Takziah ke Maros, Menhaj RI Sebut 290 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Tanah Suci |
|
|---|
| Pilu Jemaah Haji Asal Maros Wafat di Tanah Suci, 26 Hari Setelah Kepergian Istri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-24-maret-sampah.jpg)