Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mudik 2026

Cuaca Buruk Berpotensi Ganggu Aktivitas Mudik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan potensi hujan diperkirakan terjadi selama periode posko

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
CUACA BURUK - Pesawat garuda di Apron Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (13/3/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar selama periode arus mudik Lebaran 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar selama periode arus mudik Lebaran 2026.

Hujan lebat tersebut bahkan diperkirakan bisa terjadi dua hingga empat kali dalam sehari.

Hujan yang turun berpotensi mengganggu jarak pandang penerbangan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan potensi hujan diperkirakan terjadi selama periode posko angkutan Lebaran, yakni 13 hingga 30 Maret 2026.

“Pada dasarian kedua hingga dasarian ketiga bulan ini masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang,” kata Kukuh saat ditemui usai apel pembukaan posko angkutan lebaran 2026 di terminal kedatangan Bandara, Jumat (13/3/2026).

Ia menyebutkan, curah hujan selama periode tersebut diperkirakan berkisar antara 70 hingga 100 milimeter dalam kurun waktu 10 hari.

Menurutnya, secara umum dinamika cuaca mulai berkurang dibandingkan pada Januari hingga Februari lalu.

Namun potensi hujan lebat masih dapat terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Kondisi tersebut bahkan kerap disertai petir dan angin kencang.

“Potensi angin kencang dan hujan lebat biasanya terjadi menjelang sore hingga malam hari,” ujarnya.

Selain itu, hujan juga berpotensi kembali terjadi pada dini hari.

Kukuh menjelaskan, hujan lebat dapat memengaruhi aktivitas penerbangan jika berlangsung cukup lama.

Terutama jika jarak pandang pilot menurun akibat intensitas hujan.

“Kalau hujan lebat berlangsung lebih dari setengah jam dan jarak pandang kurang dari satu kilometer, biasanya pesawat tidak diperbolehkan lepas landas atau mendarat,” jelasnya.

Selain hujan, faktor angin juga dapat memengaruhi operasional penerbangan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved