Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sekolah Rakyat Sulsel

Maros Tunggu Persetujuan Lahan 7 Hektare untuk Sekolah Rakyat

Pemkab Maros menyiapkan 7 hektare lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Lau.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com
SEKOLAH MAROS - Pelepasan seremoni siswa asal Kabupaten Maros diberangkatkan ke Makassar untuk mengikuti program Sekolah Rakyat, Rabu (16/7/2025). Hingga kini tercatat 60 siswa jenjang SMA mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Makassar karena bangunan di Maros belum tersedia. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Maros, Sulsel menyiapkan 7 hektare lahan di Kecamatan Lau untuk pembangunan Sekolah Rakyat
  • Namun lahan tersebut milik Pemprov Sulsel sehingga masih menunggu persetujuan Kementerian Agama dan Gubernur Sulsel
  • Sementara itu, 60 siswa SMA asal Maros telah terdaftar dan mengikuti pembelajaran di Balai Makassar karena bangunan di Maros belum tersedia.

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Maros masih menunggu persetujuan lahan dari Kementerian Agama dan Gubernur Sulawesi Selatan.

Program Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama.

Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan hingga kebutuhan dasar, ditanggung pemerintah.

Anak-anak yang mengikuti program ini dipersiapkan untuk belajar dalam lingkungan yang mendukung dan terbebas dari tekanan ekonomi keluarga.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan lahan seluas 7 hektare yang disiapkan berada di Kecamatan Lau.

Namun lahan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sehingga masih membutuhkan persetujuan resmi.

“Untuk Sekolah Rakyat kita masih menunggu persetujuan lahan dari Kementerian Agama dan Gubernur Sulsel, karena lahan 7 hektare yang siap itu milik Pemprov Sulsel,” kata Chaidir saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2025).

Ia menyebutkan, jika seluruh administrasi telah rampung, pembangunan Sekolah Rakyat bisa segera dimulai.

Mantan Ketua DPRD itu berharap prosesnya dapat segera tuntas.

“Kita berharap tahun ini sudah bisa clear dan dijalankan,” katanya.

Ia menjelaskan, anggaran pembangunan Sekolah Rakyat bersumber dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan.

Selain di Kecamatan Lau, Pemkab Maros juga menyiapkan lokasi alternatif.

“Kita sudah siapkan juga dua kecamatan, yakni Bantimurung dan Tompobulu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menuturkan saat ini sudah ada 60 siswa asal Maros yang terdaftar dalam program Sekolah Rakyat.

Seluruh siswa tersebut merupakan jenjang SMA.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved