Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Puting Beliung Terjang Toko Roti di Maros, Atapnya Timpa Masjid dan Rumah Warga

Saat kejadian, sejumlah karyawan tengah bersiap menunaikan salat Jumat, sementara lainnya sedang beristirahat di dalam bangunan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
ANGIN KENCANG - Angin puting beliung menerjang toko roti dan rumah makan Azzahrah di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (27/2/2026) siang. Peristiwa yang terjadi di jalur poros Maros–Pangkep, Trans Sulawesi itu mengakibatkan atap bangunan seluas kurang lebih 200 meter persegi itu terangkat. 

Selain merusak bangunan, angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah tiang dan jaringan listrik milik PLN mengalami kerusakan.

Akibatnya, terjadi pemadaman listrik di sekitar lokasi kejadian.

Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga Jumat sore, warga masih melakukan pembersihan sambil menunggu perbaikan jaringan listrik dan penanganan lanjutan dari pihak terkait.

Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, mengatakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Sulawesi Selatan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Selain Kabupaten Maros, wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat diantaranya Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.

Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang. 

"Masyarakat di lokasi yang disebutkan dalam peringatan dini perlu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana yang bisa terjadi,” bebernya.

Tak hanya di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved