Impor Beras
Harga Gabah Rp6.200 per Kg, Petani Maros Resah Soal Impor Beras
Petani Maros, Sulawesi Selatan khawatir impor beras tekan harga gabah jelang panen raya Maret.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Petani di Kabupaten Maros, Sulsel mengkhawatirkan dampak pelonggaran impor beras terhadap harga gabah lokal.
- Saat ini, harga gabah kering sawah di tingkat petani hanya Rp6.200 per kilogram, di bawah harga acuan Rp6.500.
- Petani menilai masuknya beras impor saat panen raya berpotensi menekan harga dan mempersempit keuntungan, sementara biaya produksi terus meningkat.
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kebijakan pelonggaran keran impor beras menuai beragam tanggapan dari kalangan petani di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sebagian petani mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
Namun, mereka khawatir kebijakan itu berpotensi menekan harga gabah di tingkat petani.
Petani asal Kecamatan Simbang, Usman, mengaku belum pernah mendengar kabar terkait pelonggaran impor beras.
“Belum pernah dengar,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, jika kebijakan tersebut diterapkan saat musim panen, kondisi petani bisa semakin sulit.
Saat ini, harga gabah dinilai belum sepenuhnya stabil.
“Sekarang saja tambah susah petani, karena harga yang ditetapkan pemerintah Rp6.500, sementara di desa saya, pertama panen hanya dihargai Rp6.200 untuk gabah kering sawah,” ujarnya.
Usman menilai masuknya beras impor berpotensi menekan harga gabah, terutama jika dilakukan bertepatan dengan panen raya.
“Kalau pas panen raya lalu tiba-tiba beras impor masuk, biasa harga langsung turun. Itu yang kami takutkan. Modal tanam tidak sedikit, pupuk mahal, biaya tenaga kerja juga naik,” jelasnya.
Ia menyebut, dengan harga saat ini saja keuntungan petani sangat tipis.
Jika harga kembali turun, petani dikhawatirkan kesulitan menutup biaya operasional.
Mulai dari olah lahan hingga panen.
Menurut Usman, masa tanam hingga panen membutuhkan waktu sekitar empat bulan.
Musim panen biasanya berlangsung pada Maret, Juli, dan November, dengan usia panen rata-rata 105 hari.
| Dirut Bulog: Pak Presiden Bilang Cintai Produk Dalam Negeri, Kok Mau Impor Beras? |
|
|---|
| Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Minta Maaf ke Wakil Rakyat, Tak Bisa Tolak Impor Beras |
|
|---|
| Citra Golkar Terdampak? Gara-gara Menko Airlangga Pencetus Impor Beras Padahal Petani Sedang Panen |
|
|---|
| Kepala Bulog Jenderal Bintang 3 Berani Bongkar Rencana Pemerintah Impor 1 Juta Ton Beras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kondisi-Area-Persawahan-di-Kecamatan-Simbang-Kabupaten-Maros-Sulawesi-Selatan.jpg)