Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Impor Beras

Harga Gabah Rp6.200 per Kg, Petani Maros Resah Soal Impor Beras

Petani Maros, Sulawesi Selatan khawatir impor beras tekan harga gabah jelang panen raya Maret.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
BERAS IMPOR - Kondisi area persawahan di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (31/10/2024). Kebijakan pelonggaran impor beras menuai beragam tanggapan dari kalangan petani. 

Ringkasan Berita:
  • Petani di Kabupaten Maros, Sulsel mengkhawatirkan dampak pelonggaran impor beras terhadap harga gabah lokal. 
  • Saat ini, harga gabah kering sawah di tingkat petani hanya Rp6.200 per kilogram, di bawah harga acuan Rp6.500. 
  • Petani menilai masuknya beras impor saat panen raya berpotensi menekan harga dan mempersempit keuntungan, sementara biaya produksi terus meningkat.

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kebijakan pelonggaran keran impor beras menuai beragam tanggapan dari kalangan petani di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Sebagian petani mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

Namun, mereka khawatir kebijakan itu berpotensi menekan harga gabah di tingkat petani.

Petani asal Kecamatan Simbang, Usman, mengaku belum pernah mendengar kabar terkait pelonggaran impor beras.

“Belum pernah dengar,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, jika kebijakan tersebut diterapkan saat musim panen, kondisi petani bisa semakin sulit.

Saat ini, harga gabah dinilai belum sepenuhnya stabil.

“Sekarang saja tambah susah petani, karena harga yang ditetapkan pemerintah Rp6.500, sementara di desa saya, pertama panen hanya dihargai Rp6.200 untuk gabah kering sawah,” ujarnya.

Usman menilai masuknya beras impor berpotensi menekan harga gabah, terutama jika dilakukan bertepatan dengan panen raya.

“Kalau pas panen raya lalu tiba-tiba beras impor masuk, biasa harga langsung turun. Itu yang kami takutkan. Modal tanam tidak sedikit, pupuk mahal, biaya tenaga kerja juga naik,” jelasnya.

Ia menyebut, dengan harga saat ini saja keuntungan petani sangat tipis.

Jika harga kembali turun, petani dikhawatirkan kesulitan menutup biaya operasional.

Mulai dari olah lahan hingga panen.

Menurut Usman, masa tanam hingga panen membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Musim panen biasanya berlangsung pada Maret, Juli, dan November, dengan usia panen rata-rata 105 hari.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved