Breaking News:

Impor Beras

Dirut Bulog: Pak Presiden Bilang Cintai Produk Dalam Negeri, Kok Mau Impor Beras?

Menurut Buwas, pernyataan Presiden Jokowi itu berarti para pemangku kepentingan harus mengutamakan produk dalam negeri, termasuk pengadaan beras

Editor: Muh. Irham
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Budi Waseso, Dirut Bulog 

TRIBUNTIMUR.COM - Wacana impor beras oleh pemerintah membuat Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengaku heran. Pasalnya, baru-baru ini, Presiden Joko Widodo menggaungkan slogan mencintai produk-produk dalam negeri.

Menurut Buwas, pernyataan Presiden Jokowi itu berarti para pemangku kepentingan harus mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, termasuk dalam hal pengadaan beras.

"Pak Presiden bahkan bilang cintailah produk dalam negeri artinya utamakan produksi dalam negeri. Saya pegang pembicaraan itu. Tapi belum apa-apa kok kita malah menyatakan (mau) impor beras, apalagi ini lagi masa panen," ujarnya dalam webinar PDIP, Kamis (25/3/2021).

Buwas menyayangkan keputusan pemerintah membuka keran impor beras pada tahun ini.

Sebab dirinya meyakini produksi dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Ia menyatakan, keyakinan itu berpegang pada data proyeksi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait produksi beras nasional akan surplus pada 2021.

Adapun BPS menyebut potensi produksi beras sepanjang Januari-April 2021 akan mencapai 14,54 juta ton, naik 3,08 juta ton atau 26,84 persen dibandingkan periode sama di 2020 yang sebesar 11,46 juta ton.

Di sisi lain, Buwas mengungkapkan, per 25 Maret 2021 stok beras di Bulog mencapai 923.471 ton.

Terdiri dari stok cadangan beras pemerintah (CBP) 902.353 ton dan beras komersial 21.119 ton. Sejak masa panen raya atau awal Maret hingga saat ini, penyerapannya Bulog sudah mencapai 145.000 ton.

Ia memastikan serapan akan terus dilakukan sebab panen raya berlangsung hingga Mei.

Buwas pun memperkirakan, setidaknya hingga April 2021 serapan beras hanya untuk CBP bisa mencapai 390.000 ton.

Sehingga bila diakumulasi dengan stok saat ini, maka total CPB pada akhir April sudah di atas 1 juta ton.

"Lalu Mei akan serap lagi. Jadi kalau tadi stok (CBP) di Bulog itu harus 1-1,5 juta itu amat sangat bisa (dari dalam negeri), tidak perlu impor," kata dia.

Ia memastikan, akan terus memaksimalkan penyerapan beras dalam negeri. Bulog bakal membeli beras di daerah-daerah yang produksinya melimpah dan akan menyuplai ke daerah-daerah yang defisit beras.

Hal ini guna memastikan seluruh daerah Indonesia terjamin kebutuhannya akan beras.

"Saya ingin menjamin bahwa pangan itu aman, khususnya beras di seluruh Indonesia. Saya berkeyakinan bahwa kita ini bisa swasembada pangan dan tidak perlu buru-buru menyatakan impor," pungkas Buwas.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved