Empat Kali Gagal Masuk IPDN, Ini Profil Gemilang Pagessa Ketua DPRD Maros
Sejak kecil, ia justru bercita-cita menjadi aparatur sipil negara dan berkarier di jalur birokrasi.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUNMAROS.COM, MAROS — Muhammad Gemilang Pagessa mencatat sejarah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maros termuda sepanjang masa.
Ia dilantik memimpin lembaga legislatif di usia yang masih sangat muda, yakni 27 tahun.
Ia bahkan memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang ayahnya, Chaidir Syam, yang menjadi Ketua DPRD saat berusia 37 tahun.
Pria yang akrab disapa Gio itu mengaku jabatan Ketua DPRD tidak pernah terlintas dalam cita-citanya.
Sejak kecil, ia justru bercita-cita menjadi aparatur sipil negara dan berkarier di jalur birokrasi.
Pria kelahiran 1997 itu sempat berulang kali mencoba masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sejak 2015.
Namun hingga empat kali percobaan atau saat batas usianya mendaftar pada 2019, ia belum berhasil lolos seleksi.
Tak hanya itu, Gio juga pernah mencoba mendaftar ke perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Padjadjaran dan Universitas Hasanuddin, melaui seleksi bersama tetapi belum berhasil diterima.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, lalu meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin.
Ia juga resmi menyandang gelar doktor Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin, 12 Februari lalu.
"Saya juga sempat mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil pada 2021 hingga 2022 tetapi belum lolos," kata pria berusia 28 tahun itu saat ditemui Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Thamzil Tahir di Rungannya, Kantor DPRD Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Jumat (20/2/2026)
Dalam bincang hangat yang berlangsung sekitar 30 menit, Gio juga mengenang dirinya yang pernah mengabdi sebagai tenaga honorer di Dinas Sosial.
Ia menceritakan karir politiknya dimulai saat bergabung dengan Partai PAN Maros.
Ia terpilih sebagai anggota DPRD Maros dengan perolehan suara terbanyak, yakni 7.965 suara, mengantarkannya duduk di kursi ketua.
Di bawah kepemimpinannya, komposisi anggota DPRD kini didominasi generasi muda.
Dari 35 kursi, sekitar 16 di antaranya diisi kalangan milenial.
“Anak muda itu senang jika dilibatkan. Sekarang saja ada 35 kursi di DPRD, 16 diisi generasi milenial,” ujarnya ayah dua anak itu.
Menurut Gio, hadirnya banyak anak muda di parlemen menunjukkan generasi muda tidak lagi apatis terhadap politik.
Mereka ingin dilibatkan dalam pengambilan kebijakan yang menentukan masa depan daerah.
Ia menegaskan fungsi DPRD tetap dijalankan secara optimal, mulai dari pengawasan, penganggaran hingga legislasi.
"Tugas kami cukup baku, tetapi kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat,” katanya.
Gio juga mendorong pelaksanaan musrenbang tematik yang inklusif, agar kebutuhan kelompok seperti pemuda, buruh, lansia hingga penyandang disabilitas dapat terakomodasi secara spesifik.
Selain menjadi Ketua DPRD, suami Nur Aulia Alimuddin ini aktif memimpin sejumlah organisasi, di antaranya Ketua DPD KNPI Maros, Ketua Asosiasi Futsal Maros, Ketua ESI Maros, serta Sekretaris Sapma Maros dan dimandat sebagai Ketua Formatur DPD PAN Maros.
Ia mengakui jabatan sebagai ketua DPRD termuda merupakan tanggung jawab besar.
Namun ia berjanji akan selalu hadir mendengar aspirasi masyarakat.
“Saya harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat,” tutupnya.
| PAN Maros Pastikan Konsolidasi Aman Meski DPW Sulsel Berganti Ketua |
|
|---|
| Respon PAN Maros Husniah Talenrang Diberhentikan Sebagai Ketua DPW Sulsel |
|
|---|
| Peran Dwi Yoga Ambal Terungkap, Alumnus IPDN jadi Operator Suap hingga Ditahan Bersama Bupati |
|
|---|
| Salat Id di Pallantikang, Wabup Maros Sampaikan Capaian Daerah Masuk 35 Besar Terbaik |
|
|---|
| Safari Ramadan KNPI Sulsel, Fadel Muhammad Tauphan Ansar Satukan Dualisme di Maros dan Pinrang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DPRD-MAROS-Ketua-DPRD-Maros-Gemilang-Pagessa-saat-promosi-doktor.jpg)