Cuaca Ekstrem Maros
Enam Rumah di Turikale Maros Rusak Diterjang Angin Kencang, Korban Mengungsi
Camat Turikale, Nasaruddin, mengatakan angin kencang tersebut terjadi secara tiba-tiba dan melanda kelurahan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Enam rumah warga di Kecamatan Turikale rusak disapu angin kencang, Minggu (1/2/2026).
Camat Turikale, Nasaruddin, mengatakan angin kencang tersebut terjadi secara tiba-tiba dan melanda kelurahan.
Wilayah ini menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan publik di Kabupaten Maros.
Kantor Bupati Maros, DPRD, sejumlah instansi vertikal, hingga fasilitas umum utama berada di Kecamatan Turikale.
Secara administratif, Turikale terdiri dari sejumlah kelurahan, yakni Pettuadae, Boribellayya, Taroada, Alliritengae dan Turikale.
Letaknya yang strategis di jalur Poros Makassar–Maros membuat Turikale berkembang pesat sebagai kawasan permukiman, perdagangan, dan jasa.
Namun di sisi lain, Turikale juga termasuk wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan pohon tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang, karena kepadatan penduduk dan minimnya ruang resapan air di beberapa titik.
Kecamatan Turikale memiliki jumlah penduduk yang paling banyak di Kabupaten Maros.
Menurut data terbaru yang dipublikasi oleh Pemerintah Kabupaten Maros (proyeksi BPS), penduduk Turikale sekitar 48.558 jiwa pada tahun 2023.
“Total ada enam rumah terdampak. Tiga rumah di Kelurahan Turikale, dua rumah di Kacang Puren, dan satu rumah di Kelurahan Boribellayya,” katanya.
Ia menyebutkan, seluruh rumah yang terdampak masuk dalam kategori rusak parah.
“Atap rumahnya terbang semua,” katanya.
Menurutnya, hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar satu jam.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materil masih dalam proses pendataan dan perhitungan,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Anfin-kencang-Turikale-Minggu-122026.jpg)