Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Debit Air Naik, Bendung Leko Pancing Maros Berstatus Waspada

Debit air Bendung Leko Pancing Maros terus meningkat akibat hujan intens. Ketinggian air kini mencapai 80 sentimeter.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Istimewa/POB Leko Pancing
BENDUNG LEKO PANCING - Kondisi Bendung Leko Pancing di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu (11/1/2026). Ketinggian air mencapai 80 sentimeter di atas mercu dan berstatus waspada akibat tingginya intensitas hujan. 
Ringkasan Berita:
  • Bendung Leko Pancing di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros, Sulsel berstatus waspada setelah ketinggian air mencapai 80 sentimeter di atas mercu, Minggu (11/1/2026). 
  • Peningkatan debit air dipicu hujan intens beberapa hari terakhir. 
  • BMKG menyebut wilayah Sulsel masih berada pada puncak musim hujan hingga Maret 2026.
 
 

 

TRIBUNMAROS.COM, MAROSBendung Leko Pancing di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berstatus waspada, Minggu (11/1/2026).

Leko Pancing ini berjarak sekira 28 kilometer dari pusat Kota Maros di Kecamatan Turikale.

Waktu tempuh 44 menit, tergantung kondisi lalu lintas. 

Bendung ini menjadi salah satu infrastruktur vital pengelolaan sumber daya air di wilayah Maros dan sekitarnya.

Fungsi utama Bendung Leko Pancing adalah mengatur aliran air sungai untuk kebutuhan air baku dan irigasi pertanian.

Air yang masuk melalui pintu pengambilan (intake) dialirkan ke saluran irigasi guna menunjang aktivitas pertanian warga.

Petugas Operasi Bendung Leko Pancing, M Syamsir, mengatakan ketinggian air saat ini mencapai 80 sentimeter di atas mercu, atau bagian bendung yang berfungsi mengatur tinggi muka air.

Ia menjelaskan, kondisi normal debit air berada pada ketinggian 0 hingga 50 sentimeter di atas mercu.

Status waspada ditetapkan jika ketinggian air berada pada rentang 50 hingga 100 sentimeter.

Sementara status siaga diberlakukan apabila air mencapai 100 hingga 200 sentimeter di atas mercu.

Jika melebihi 200 sentimeter, status dinaikkan menjadi awas.

“Saat ini ketinggian air mencapai 80 sentimeter di atas mercu, sehingga statusnya waspada,” ujar Syamsir saat dikonfirmasi Tribun Timur, Minggu pagi.

Ia menyebutkan debit air yang melintas di atas mercu mencapai 164.938 liter per detik.

Sementara debit air yang masuk ke pintu pengambilan atau intake tercatat sebesar 2.679 liter per detik.

“Debit air di intake inilah yang dialirkan ke saluran untuk kebutuhan air baku dan irigasi,” jelasnya.

Syamsir menuturkan meningkatnya debit air di Bendung Leko Pancing dipicu tingginya intensitas hujan yang melanda Kabupaten Maros dalam beberapa hari terakhir.

Ia memperkirakan debit air masih berpotensi bertambah, mengingat hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan terjadi.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri, mengatakan saat ini sejumlah wilayah Sulawesi Selatan masih berada pada puncak musim hujan.

Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya intensitas hujan berdasarkan akumulasi curah hujan bulanan.

“Selain hujan, puncak musim juga diikuti potensi angin kencang dan petir yang cukup tinggi,” katanya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Minggu (11/1/2026).

Meski demikian, Syamsul menyebut intensitas hujan diperkirakan tidak terlalu ekstrem karena tidak adanya pengaruh kuat dari fenomena El Nino maupun La Nina.

“Kondisi cuaca saat ini netral, tidak ada El Nino maupun La Nina yang mendominasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah di pesisir barat Sulawesi Selatan telah memasuki puncak musim hujan.

Di antaranya:

Takalar

Gowa

Makassar

Maros

Pangkep

Barru

Syamsul mengimbau pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan langkah antisipatif.

“Kami mengimbau stakeholder seperti BPBD untuk memangkas pohon-pohon yang berpotensi tumbang karena hujan disertai angin kencang juga berpeluang terjadi,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.

“Musim hujan ini ibarat air yang ‘mudik’ ke daerah kita. Maka perlu disiapkan tempatnya, seperti membersihkan selokan, mengeruk drainase, dan melakukan normalisasi sungai," katanya.

Ia menambahkan, banjir biasanya terjadi karena air meluap. (*)

 
 


Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved