16 Km Jalan Rusak dan Proyek Darinase di Poros Moncongloe Mulai Dikerja
Badan jalan utama di depan SPBU 7490517 dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keluhan masyarakat di ruas poros Moncongloe, batas Kabupaten Maros - Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya didengar pemerintah.
Setiap tahun, warga sekitar harus merasakan kondisi jalan berlubang disertai genangan air.
Tepatnya di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Badan jalan utama di depan SPBU 7490517 dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar.
Hujan deras selalu meninggalkan genangan air, kondisi ini jadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menjelaskan rinci area pengerjaan nantiny.
"Masuk paket 6, yang area batas Makassar sampai arah Benteng Gajah, sekitar 16 sampai 18 km, itu masuk paket 6," kata Kadir Halid saat dihubungi via telepon pada Selasa (6/1/2026).
Jika dihitung dalam google maps, tugu perbatasan Maros - Makassar Sulsel di Jl Poros Pammajengan membentang hingga Desa Benteng Gajah, jaraknya sekitar 16 km.
Artinya melintasi titik terparah didepan SPBU Moncongloe.
Pengerjaan disebut Kadir Halid mencakup drainase jalan.
"termasuk saluran, semua paket ini termasuk saluran di kerjakan," kata Kadir Halid.
Genangan yang terjadi selama ini, memang dinilai imbas tidak berfungsinya saluran air.
Sehingga dibutuhkan perbaikan menyeluruh baik badan jalan maupun drainase.
"Apakah beton atau aspal, nanti dilihat mereka," sambungnya.
Senada dengannya, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menjelaskan paket pengerjaan jalan batas Makassar - Maros sudah disiapkan dalam paket 6.
Saat ini, BMBK Sulsel menyiapkan proses lelang paket 6 dengan total pagu sekitar Rp 200 miliar.
Paket 6 ini memuat sejumlah ruas jalan di Luwu Raya, Bantaeng, Maros maupun Makassar.
Termasuk ruas jalan di sepanjang perbatasan Maros - Makassar.
"Pagu anggaran yang disiapkan Tamalanrea Raya batas Makassar - Maros sekitar Rp 12 Miliar. Semoga masuk itu dimaksud (poros moncongloe). Pokoknya sepanjang jalan dengan kewenangan Provinsi," kata Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan yang mengenakan pakaian warna hitam di Ruang Kerjanya di Lantai Dasar Kantor Gubernur Sulsel pada Selasa (6/1/2026).
Andi Ihsan menyebut tim konsultan akan turun melihat kebutuhan ruas tersebut.
Setelah itu masuk ke tahap design jalan.
"Nanti konsultan akan kesana dulu melihat pengerjaan apa yang dibutuhkan," katanya.
Pemprov Sulsel meyakinkan masyarakat perbaikan jalan akan dimulai tahun 2026.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Darurat Guru di Maros, 475 Formasi Kosong, Honorer Tak Bisa Direkrut |
|
|---|
| 2.155 Hewan Kurban Disiapkan di Maros, Asal Tompobulu Paling Banyak |
|
|---|
| Jembatan Pakere Maros Mulai Dibangun Setelah Roboh Akhir Tahun Lalu, Baru Pondasi Sudah Rp3 Miliar |
|
|---|
| Sapi Bali dan Simental Jadi Primadona Pembeli Meski Harganya Naik Rp 1 Juta |
|
|---|
| Sinergi Global di Maros, ICon-FiBank dan IPRC Gelar Pengabdian Masyarakat Lintas Negara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Bina-Marga-dan-Bina-Konstruksi-Sulsel-Andi-Ihsan-Kiri.jpg)