Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

81 Kasus Kebakaran Terjadi di Maros Sepanjang 2025, Mayoritas Rumah Tinggal

Sepanjang 2025, Maros catat 81 kasus kebakaran. Angka ini turun drastis dibanding 229 kasus pada 2024 dan 343 kasus pada 2023.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
KEBAKARAN MAROS – Kantor Dinas Kebakaran Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Selasa (6/1/2026). Sebanyak 81 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sepanjang 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Sepanjang 2025, Kabupaten Maros mencatat 81 kasus kebakaran, turun drastis dari 229 kasus pada 2024 dan 343 kasus pada 2023. 
  • Mayoritas terjadi di kawasan padat penduduk, terutama Kecamatan Turikale, dengan rumah tinggal sebagai objek terbanyak. 
  • Puncak kasus terjadi Agustus-September, tanpa korban jiwa namun tiga warga luka bakar. Penyebab utama korsleting listrik dan kebocoran kompor gas.

 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Sebanyak 81 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sepanjang 2025.

Jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pada tahun 2023, peristiwa kebakaran mencapai 343 kasus.

Kemudian 2024 mencapai 229 kasus kebakaran.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Jufri, saat dihubungi wartawan Tribun Timur, Nurul Hidayah, Selasa (6/1/2026).

"Tahun ini angka kebakaran hanya 81 kasus, ada penurunan signifikan dari dua tahun lalu," bebernya.

Kasus kebakaran di Kabupaten Maros paling banyak terjadi di puncak musim kemarau, Agustus dan September lalu.

Mulai melandai begitu memasuki musim penghujan, Oktober hingga Desember.

"Agustus 12 kasus, September 18 kasus, Oktober enam kasus, November tiga kasus, dan Desember sembilan kasus," kata mantan Kepala Satuan Pamong Praja itu.

Jufri menjelaskan, kasus kebakaran mayoritas terjadi di kawasan permukiman padat penduduk dan perkotaan seperti di Kecamatan Turikale.

Sementara, objek paling banyak terbakar adalah rumah tinggal.

"Tidak ada korban jiwa dari seluruh kebakaran yang terjadi tahun kemarin, hanya saja ada tiga korban yang mengalami luka bakar, namun berhasil diselamatkan," sebutnya.

Mantan Kepala Dinas Kesbangpol ini menuturkan, penyebab kebakaran di Maros rata-rata akibat korsleting listrik dan kebocoran regulator kompor gas.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, pihaknya pun rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami sering turun sosialisasi tidak hanya kepada masyarakat umum, namun hingga ke sekolah-sekolah, juga di media sosial," bebernya.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, turut mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

“Jangan anggap sepele hal-hal kecil yang bisa memicu kebakaran. Pastikan listrik dan kompor sudah aman sebelum meninggalkan rumah,” kata Chaidir.

Ia juga mengingatkan agar warga lebih peduli dengan kondisi sekitar, terutama di lingkungan padat penduduk.

“Kewaspadaan tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri, tapi juga tetangga dan lingkungan sekitar,” ucapnya.

Mantan Ketua DPRD itu pun mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan lebih memperhatikan potensi bahaya yang mungkin muncul dari dalam rumah.

“Lebih baik mencegah daripada menyesal. Kadang kebakaran itu berawal dari hal kecil yang luput dari perhatian kita,” tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved