Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Buruh 2026

Massa FSPMI Kepung Kantor Sementara DPRD Sulsel, Sosok Marsinah Menggema

Para buruh hadir mengendarai ratusan motor dengan satu mobil bak terbuka yang digunakan sebagai panggung orasi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Ratusan buruh dari FSPMI memperingati May Day dengan berunjuk rasa di depan kantor sementara DPRD Sulsel, Jumat (1/5/2026). Kantor sementara wakil rakyat tingkat dua itu di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Jl AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar. 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan buruh turun ke jalan di Makassar memperingati hari Buruh 2026
  • Salah satu titik demo di Gedung DPRD Sulsel di Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar
  • Para buruh hadir mengendarai ratusan motor dengan satu mobil bak terbuka yang digunakan sebagai panggung orasi

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berunjuk rasa di depan kantor sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (1/5/2026) siang.

Kantor sementara wakil rakyat tingkat satu ini menempati Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel.

Mereka mengungsi akibat Gedung DPRD Sulsel di Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, terbakar dalam demo rusuh Agustus 2025 lalu.

Kehadiran ratusan buruh ini, disambut puluhan personel kepolisian yang berjaga di gerbang masuk kantor.

Para buruh hadir mengendarai ratusan motor dengan satu mobil bak terbuka yang digunakan sebagai panggung orasi.

Dalam orasinya buruh, menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak ke kaum pekerja.

"Buruh sebagai warga negara juga berhak atas upah yang layak," ucap Ketua DPW FSPMI Sulawesi Selatan, Fadli Yusuf saat berorasi.

Sementara itu, Bendahara Wilayah FSPMI Sulsel, Nurhanah, dalam orasinya menyerukan agar perlindungan pekerja khusus buruh perempuan semakin ditingkatkan.

Menurutnya, buruh perempuan adalah sosok pekerja yang tangguh dan harus dilindungi.

Selain bertanggung jawab atas pekerjaannya di perusahaan, buruh perempuan kata Nurhanah juga harus bertanggung jawab mendidik anak di rumah.

"Jadi mereka (buruh perempuan) mampu bekerja, membimbing anak-anak dan menjadi ibu rumah tangga. Jadi tugas mereka bukan delapan jam. Tapi 24 jam," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Nurhanah memaparkan kegigihan perjuangan buruh perempuan yang dicontohkan pada sosok Marsinah.

Marsinah adalah aktivis buruh perempuan yang dianugerahi gelar pahlawan oleh negara.

Di balik penganugerahan gelar pahlawan itu, ada kisah tragis yang dialami sosok Marsinah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved