Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BMG Berulat

Buah Salak MBG di Maros Berulat, Pengelola hingga Bupati Minta Maaf

Siswa yang merekam kejadian tersebut tampak menunjukkan rasa terkejut atas kondisi buah yang mereka terima.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Timur / Nurul Hidayah
MBG Maros - Siswa sedang menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG di Kabupaten Maros disorot. Dalam video berdurasi delapan detik yang direkam siswa SMPN 4 Bantimurung terlihat salak berwarna cokelat membusuk saat dibelah, Selasa (14/10/2025) kemarin. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros disorot.

Pasalnya, buah yang disajikan dalam paket MBG busuk dan berulat.

Dalam video berdurasi delapan detik yang direkam siswa SMPN 4 Bantimurung terlihat salak berwarna cokelat membusuk saat dibelah, Selasa (14/10/2025) kemarin.

Tak hanya itu, ulat terlihat keluar dari buah salak dan berjatuhan di atas meja.

Siswa yang merekam kejadian tersebut tampak menunjukkan rasa terkejut atas kondisi buah yang mereka terima.

Koordinator Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) Maros Bantimurung–Kalabbirang, Endah Pangesti, membenarkan insiden tersebut.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua siswa dan masyarakat atas kejadian yang viral itu.

“Yang viral itu benar dari SMPN 4 Bantimurung. Saya dapat informasinya dari orang tua siswa yang datang ke SPPG, bilang ada ulat di buah salak,” katanya ditemui Tribun Timur di SMPN 4 Bantumurung, Rabu (15/10/2025).

Ia mengaku menyesalkan kejadian itu dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar tidak terulang di kemudian hari.

“Saya minta maaf atas kejadian ini dan berharap tidak disebarluaskan lebih jauh. Kami akan memperbaiki proses sortir supaya lebih ketat ke depan,” ujarnya.

Endah menjelaskan, proses sortir bahan makanan dilakukan oleh tim dapur sejak sore hingga dini hari.

“Tim mulai masuk pukul 16.00 Wita sampai selesai pukul 04.00 Wita. Buah memang disortir paling terakhir,” jelasnya.

Menurutnya, tim dapur sudah memilah antara buah yang baik dan yang rusak.

Namun, ada kemungkinan kelalaian akibat kelelahan karena volume pekerjaan cukup besar.

“Buah yang dipesan total 150 kilogram dari supplier di Maros. Dari jumlah itu, sekitar 16 kilogram rusak. Jadi kemungkinan dua buah busuk itu lolos saat pengecekan. Kami manusia biasa, mungkin karena kelelahan saat sortir,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved