Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Waspada! Ular Sanca dan Serasah Masuk Pemukiman Warga Tanralili Maros

Tiga ekor ular dievakuasi Damkar Maros dari pemukiman warga di Tanralili. Ular keluar akibat pembersihan lahan di belakang rumah warga.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Damkar Maros/WhatsApp
EVAKUASI ULAR - Penampakan dua ular di tangan Tim Animal Rescue Damkar Maros dari pemukiman warga di Dusun Carangki Selatan, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sabtu (27/9/2025) malam. Ada tiga ular dievakuasi. Damkar menduga ular masuk pemukima warga akibat aksi bersih-bersih lahan di belakang rumah mereka. Warga diminta waspada.  

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Tiga ekor ular dievakuasi Tim Animal Rescue Damkar Maros dari pemukiman warga di Dusun Carangki Selatan, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/9/2025) malam.

Laporan masuk sekitar pukul 21.50 WITA dari warga bernama Muhammad Saenal (35).

Kepala Damkar Maros, Jufri, menyebut setelah menerima laporan, pihaknya langsung menurunkan lima personel dari Pleton II dengan satu unit armada F17 untuk evakuasi.

Petugas langsung menyisir area sekitar pemukiman pukul 22.30 WITA.

“Tim dilengkapi APD dan dua grabstick untuk mendukung proses evakuasi,” katanya saat dihubungi Tribun Timur, Minggu (28/9/2025).

Ia menyebut evakuasi ular kerap dilakukan, terutama saat ada pembersihan lahan.

“Ular keluar karena habitatnya terganggu. Kebetulan di belakang pemukiman warga ada pembersihan lahan, kemungkinan besar ular-ular ini terusik,” jelas mantan Kepala Kesbangpol ini.

Baca juga: Damkar Gowa Evakuasi Ular Kobra Sepanjang 3 Meter di Pemukiman Warga

Jufri menyebut jenis ular yang dievakuasi terdiri dari dua ekor sanca kembang (Reticulatus) berukuran 2,5 meter dan 3,5 meter, serta satu ekor ular serasah (Lycodon capucinus).

“Kalau dibiarkan tentu berbahaya, apalagi ada dua ekor sanca dengan ukuran cukup besar,” ujarnya.

Jufri mengimbau warga tetap waspada, terlebih saat musim pembersihan lahan.

Menurutnya, situasi seperti ini sering memicu keluarnya hewan liar.

“Kalau ada temuan ular, jangan ditangani sendiri. Segera hubungi Damkar, kami selalu siap siaga 24 jam,” pesannya.

Ia juga meminta warga menjaga kebersihan lingkungan, tidak menumpuk kayu atau sampah di sekitar rumah.

“Lingkungan yang bersih membuat ular enggan mendekat. Itu cara pencegahan yang paling efektif,” pungkas Jufri.

Personel Pleton II, Muhammad Naqib Assegaf, yang ikut dalam evakuasi, menuturkan ular ditemukan di lokasi yang sama di sekitar rumah warga.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved