Jalan Rusak Maros
393 Km Jalan Rusak di Maros, Dinas PUTRPP Butuh Rp1,1 Triliun
393 Km jalan di Maros rusak. Dinas PUTRPP butuh Rp1,1 triliun untuk perbaikan. Bupati Chaidir Syam dorong skema baru lewat Inpres Jalan Daerah.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Sepanjang 393,94 kilometer jalan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, rusak ringan hingga berat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP, Muhammad Alif Husnaeni, menyebut total panjang jalan kabupaten Maros mencapai 1.238,57 kilometer.
Sebanyak 337,89 kilometer atau 27,28 persen rusak berat.
Sementara 56,05 kilometer atau 4,52 persen masuk kategori rusak ringan.
“Kalau digabung, total panjang jalan rusak di Maros mencapai 393,94 kilometer. Angka ini cukup besar dan menjadi perhatian serius,” ujarnya kepada Tribun Timur, Minggu (31/8/2025).
Baca juga: Antisipasi Pelajar Ikut Demo, 5 Kecamatan Maros Berlakukan Belajar dari Rumah 2 Hari
Ia menjelaskan, kondisi jalan dengan klasifikasi baik sekitar 433,617 kilometer atau 35,01 persen.
Jalan kondisi sedang tercatat 411 kilometer atau 33,19 persen.
Kerusakan paling banyak terjadi di wilayah pegunungan dan kecamatan dengan akses panjang.
“Secara berurutan, kecamatan dengan jumlah jalan rusak terbanyak yaitu Tompobulu 75,13 kilometer, Mallawa 67,5 kilometer, Camba 51,15 kilometer, Tanralili 44,49 kilometer, Cenrana 41,19 kilometer, dan Simbang 31,25 kilometer,” ungkap Alif.
Ia menambahkan, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh jalan rusak sangat besar.
“Dari estimasi teknis, dibutuhkan sekitar Rp1,1 triliun untuk perbaikan seluruh jalan rusak di Maros,” katanya.
Selain anggaran, perbaikan jalan juga terkendala beberapa hal.
Di antaranya, banyak ruas jalan tanpa sistem drainase memadai, sehingga mudah rusak.
Masih banyak ruas jalan dengan lebar belum standar, sementara lahan terbatas.
Kondisi medan juga sulit, terutama di daerah pegunungan seperti Mallawa, Camba, Cenrana, dan Tompobulu.
“Masih banyak kendaraan dengan tonase melebihi kapasitas (ODOL) melintasi jalan tidak sesuai peruntukannya,” tambahnya.
Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya menyusun prioritas penanganan berdasarkan data kondisi.
Pihaknya juga memaksimalkan perawatan drainase agar kerusakan akibat air bisa dicegah.
“Kami mengupayakan agar jalan menuju lebar standar dengan memaksimalkan lahan yang tersedia dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait batas tonase sesuai peruntukan,” tutupnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas pemerintahannya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menyebut tiga sektor utama jadi fokus: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Yakni sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ujarnya.
Chaidir mengatakan RPJMD kali ini masih mengacu pada keberlanjutan program sebelumnya. Namun, ada pola baru dalam skema pembiayaan pembangunan.
“Kalau sebelumnya kita banyak pakai DAK, ke depan akan didorong lewat Inpres Jalan Daerah (IJD),” imbuhnya.
Ia berharap skema baru ini bisa mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Maros, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-08-31-JALAN-RUSAK-MAROS.jpg)