Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dua Tahun Tanpa Jembatan, Warga dan Pelajar Maros Bertaruh Nyawa Menyeberang Sungai Pakai Gondola

Pelajar di Desa Bonto Manurung Maros menggunakan gondola melintasi sungai karena tak ada jembatan layak digunakan.

|
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM / NURUL
GONDOLA TOMPOBULU  - penampakan gondola yang digunakan siswa Dusun Makmur, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, untuk mengakses pendidikan. Puluhan siswa setiap hari harus menyeberangi sungai deras menggunakan gondola sederhana sepanjang 400 meter untuk sampai ke sekolah. 

“Kalau air surut, masyarakat biasanya membuat jembatan kayu dan susunan batu agar bisa dilewati roda dua. Tapi kalau air naik, arus bisa sampai 6–7 meter dan sangat deras,” jelasnya.

20250827 - penampakan gondola yang digunakan siswa Dusun Makmur 3
GONDOLA TOMPOBULU  - penampakan gondola yang digunakan siswa Dusun Makmur, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, untuk mengakses pendidikan. Puluhan siswa setiap hari harus menyeberangi sungai deras menggunakan gondola sederhana sepanjang 400 meter untuk sampai ke sekolah.

Yustandi menyebut ada sekitar 50 siswa yang setiap hari menggunakan gondola tersebut.

Selain itu, ada 70 kepala keluarga di Dusun Makmur yang juga bergantung pada akses tersebut.

Ia berharap pemerintah bisa segera membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman, sehingga akses masyarakat tidak lagi terbatas.

“Untuk jangka pendek, masyarakat bersama pemerintah desa berencana memasang dinamo agar gondola bisa bergerak otomatis tanpa harus ditarik manual,” tambahnya.

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved