Rival di Lapangan Tetangga Tetap Kawan, Euforia Pildun di Makassar Ajang Kekompakan Warga
Di balik tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah kelurahan mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - – Euforia Pildun 2026 mulai dirasakan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kota Makassar.
Ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi momentum berkumpulnya warga melalui berbagai kegiatan nonton bareng (nobar) di lingkungan permukiman.
Di balik tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah kelurahan mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Sejumlah lurah di Kota Makassar pun mulai mengimbau RT/RW untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.
Lurah Tamalanrea, Sulaeman, mengatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan kepada jajaran RT/RW sejak beberapa pekan lalu.
Menurutnya, momentum pildun berpotensi meningkatkan aktivitas warga pada malam hingga dini hari sehingga perlu diantisipasi sejak awal.
"Sejak dua minggu lalu saya sudah mengimbau bahwa akan masuk masa Piala Dunia. Karena itu penjagaan dan pengawasan aktivitas di lingkungan perlu diperketat," ujarnya, Selasa (16/6).
Sulaeman menjelaskan, RT dan RW memiliki posisi strategis sebagai pemimpin lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, mereka diharapkan mampu mengedukasi warga agar tetap menjaga ketertiban selama mendukung tim favorit masing-masing.
Ia mengingatkan agar perbedaan dukungan terhadap negara peserta Piala Dunia tidak memicu gesekan atau perselisihan di tengah masyarakat. Selain itu, pelaksanaan nobar juga harus memperhatikan kenyamanan warga sekitar, terutama terkait penggunaan pengeras suara dan aktivitas yang berlangsung hingga larut malam.
Menurutnya, komunikasi antara warga dan pengurus RT/RW menjadi hal penting apabila akan dilaksanakan kegiatan nobar di lingkungan permukiman.
"Sebaiknya ada komunikasi antara warga dan RT/RW jika ada yang ingin melaksanakan nobar di lingkungan," katanya.
Hal senada disampaikan Lurah Masale, Andi Achmad Ginastiar. Ia mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh RT/RW untuk memanfaatkan kegiatan posko keamanan lingkungan sebagai sarana pemantauan selama berlangsungnya Piala Dunia.
Menurut Ginastiar, keberadaan poskamling dapat menjadi instrumen efektif untuk mengawasi aktivitas masyarakat sekaligus mendeteksi lebih dini potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul.
Apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan, pengurus RT/RW diminta segera melakukan pendekatan dan memberikan imbauan kepada warga yang bersangkutan.
| RT/RW Makassar Pantau Nobar Pildun 2026, Cegah Gesekan Antar Warga |
|
|---|
| Kampung Herbal di Berua, Mimpi Besar Bu RT dr Anna untuk Kesehatan Warganya |
|
|---|
| Muharram Bukan Bulan Naas, Ini Makna dan Pesan Optimisme dalam Tahun Baru Islam |
|
|---|
| Kontrak Tak Diperpanjang, Alex Tank Pemain Asing Pertama Pamit dari Skuad PSM Makassar |
|
|---|
| Brace Achmad Fahresi Bawa Bone FC ke Perempat Final Sidrap Cup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilustrasi-kegiatan-nonton-bareng-nobar-2026-6.jpg)