Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aksi Mahasiswa

Demo di Makassar, Mahasiswa Desak Evaluasi Total Prabowo-Gibran, Soroti BBM hingga BGN

Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM dan sorotan atas sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto di Kota Makassar

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
DEMO MAHASISWA - Suasana unjuk rasa di bawah Fly Over perempatan Jl AP Pettarani-Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (5/6/2/26). Mahasiswa menyoroti sejumlah program Presiden Prabowo Subianto, diantaranya MBG dan koperasi Merah Putih. 

Terlebih dengan ditangkapnya tiga eks pimpinan BGN oleh Kejaksaan Agung.

"Hentikan koperasi merah putih, BGN, dan usut tuntas pelaku-pelaku yang ada di BGN sampai kepada SPPG termasuk Korwil, Korkab, mereka juga mesti diperiksa," ujarnya Muh Rafly Tanda.

Selain itu, HMI Badko Sulsel kata Rafly juga menyoroti melemah rupiah terhadap mata uang asing khusus dolla Amerika Serikat.

Baginya, melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat.

Ia juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan masyarakat desa tak menggunakan dollar

"Kedua, terkait dengan pelemahan inflasi rupiah. Tentu ini berefek pada masyarakat. Juga pernyataan bapak Presiden Prabowo sangat menyinggung hati masyarakat, bahwa dollar tidak ada di daerah atau di desa," ungkap Rafly 

"Itu sangat menyinggung karena melihat kondisi pelemahan rupiah sehingga berefek pada kenaikan harga pangan dan BBM juga," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Rafly juga mengemukakan sikap HMI Badko Sulsel yang menolak dengan keras kenaikan harga BBM non subsidi, Pertamax.

Baginya, kenaikan harga itu berefek domino terhadap roda ekonomi masyarakat meski tergolong BBM yang naik tidak masuk subsidi.

"Termasuk kami juga menolak kenaikan BBM Pertamax. Maka kami dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulsel dengan tegas mengevaluasi total pemerintahan Prabowo-Gibran," imbuhnya.

Presiden Mahasiswa UINAM, Aqil Abdan Syakuran, menilai kondisi rezim Indonesia saat ini sudah tak jauh beda dengan rezim Soeharto.

"Kami melihat pemerintahan hari ini, itu mirip-mirip dengan bapak Soeharto, kenapa demikian, karena kami melihat staf khusus dari presiden ini tidak didengar oleh bapak Presiden," ungkap Aqil .

"Banyak program, misalnya standar penulisan pidato saja itu tidak jelas diucapkan. Karena saya yakin penulisan pidato sudah memperhatikan kedepannya apa yang terjadi jika hal itu tidak diucapkan," sambungnya.

Salah satu sorotan tajam Aqil terhadap pidato Presiden Prabowo yaitu dollar yang terus menguat terhadap rupiah.

"Dia (presiden prabowo) hanya melalui keyakinannya saja seperti pernyataan bahwa dolar itu tidak digunakan di desa. Itu permasalahannya," sebutnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved