TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kahfi Halide Motivator School Makassar bakal menggelar Wisuda Program Setara D3 General Public Speaking Angkatan V dan VI di Sultan Alauddin Hotel & Convention Makassar pada Minggu (14/6/2026) mendatang.
Sebanyak 70 mahasiswa akan mengikuti prosesi wisuda yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.00 Wita.
Dosen Kahfi Makassar, Muhammad Radiyal Musyaa, mengatakan wisuda tersebut merupakan wisuda kedua yang digelar sejak lembaga pendidikan nonformal itu berdiri di Makassar pada 2019.
"Kurang lebih ada 70 wisudawan. Ini wisuda kedua kami. Wisudawan kali ini berasal dari Angkatan V dan VI," ujar Radiyal kepada Tribun-Timur.com, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan Kahfi Halide Motivator School merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan soft skill, khususnya public speaking, komunikasi, dan pembentukan pola pikir atau mindset.
Menurutnya, Kahfi Halide School Makassar merupakan cabang ketujuh dari sekitar 11 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan pusat kegiatan berada di Jakarta.
Kampus di Makassar terletak di Jalan Adhyaksa Baru No.1.
"Kami orientasinya pada pengembangan keterampilan, terutama public speaking dan mindset. Karena itu sering disebut sebagai kampus komunikasi," katanya.
Selain public speaking, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran terkait psikologi dasar, pengembangan karakter, therapeutic hypnosis, desain grafis, fotografi, hingga berbagai keterampilan penunjang lainnya.
Program pendidikan berlangsung selama tiga tahun dan diklaim setara dengan Diploma III (D3) General Public Speaking.
Radiyal menyebut seluruh proses pembelajaran diberikan secara gratis karena Kahfi merupakan lembaga pendidikan non-profit yang tidak berorientasi keuntungan.
"Semua pembelajaran gratis. Tidak ada biaya kuliah. Kami memang fokus pada pengabdian dan pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.
Meski demikian, kata dia, kampus menerapkan disiplin yang ketat kepada seluruh mahasiswa.
Kehadiran dan komitmen menjadi salah satu syarat utama untuk dapat menyelesaikan pendidikan hingga tahap wisuda.
Pada dua tahun terakhir, jumlah pendaftar Kahfi cukup tinggi.
Pada penerimaan mahasiswa baru terakhir tercatat sekitar 600 orang mendaftar, sedangkan tahun sebelumnya mencapai lebih dari 700 orang.
Namun, tidak seluruh pendaftar dapat bertahan hingga lulus karena adanya proses seleksi berbasis komitmen dan kedisiplinan.
"Kami tidak membatasi jumlah pendaftar, tetapi ada seleksi komitmen. Banyak yang akhirnya terseleksi secara alami karena tidak mampu mengikuti kedisiplinan yang kami terapkan," jelasnya.
Kahfi memiliki tiga program utama, yakni Program Leader yang diperuntukkan bagi karyawan dan pemilik usaha, Program Pendidik untuk guru dan dosen, serta Program Mata Cendekia yang menyasar kalangan ibu rumah tangga dan majelis taklim.
Perkuliahan dilaksanakan satu kali dalam sepekan dengan durasi sekitar tiga jam setiap pertemuan agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan para peserta.
Radiyal menjelaskan Kahfi didirikan oleh Dr Tubagus Wahyudi, seorang motivator dan praktisi komunikasi asal Makassar yang berkiprah di Jakarta.
Menurutnya, pendirian Kahfi dilatarbelakangi keinginan untuk membagikan ilmu komunikasi, kepemimpinan, dan pengembangan karakter kepada masyarakat secara luas.
"Kami ingin membantu memperbaiki mindset dan membangun karakter masyarakat melalui pendidikan soft skill yang aplikatif," katanya.
Pada wisuda mendatang, para lulusan akan memperoleh gelar Certified Public Speaking Mastery (CPSM) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah mereka tempuh selama tiga tahun pembelajaran.
Radiyal mengatakan pihak panitia juga telah mengundang sejumlah tokoh dan pejabat daerah untuk menghadiri prosesi wisuda tersebut.
"Dari pemerintah kota hingga pemerintah provinsi kami undang dalam wisudah klau ini," ucapnya.
Ia memastikan acara akan dikemas berbeda dari wisuda pada umumnya dengan suasana yang lebih khidmat dan menekankan nilai-nilai karakter.
"Prosesi wisudanya memang berbeda. Lebih khidmat, ada sumpah dan berbagai rangkaian yang membuat peserta benar-benar menghayati perjalanan belajarnya selama tiga tahun," ucapnya.(*)