Harga BBM Naik
Harga Pertamax Tak Lagi Ramah Kantong, Warga Makassar Beralih ke Pertalite
Mayoritas antrean didominasi kendaraan roda dua yang datang silih berganti untuk mengisi bahan bakar bersubsidi atau Pertalite
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Dengan frekuensi pengisian BBM yang cukup sering, kenaikan harga Pertamax dinilai akan berpengaruh terhadap pengeluaran rutinnya.
Hal senada disampaikan pengendara lainnya, Rahmat (31).
Pengguna kendaraan roda dua tersebut mengaku masih mempertimbangkan untuk tetap menggunakan Pertamax.
Namun tidak menutup kemungkinan beralih ke jenis BBM yang lebih murah jika harga terus bertahan pada level saat ini.
“Kenaikannya cukup terasa. Hampir Rp4.000 per liter. Kalau untuk motor, sekali isi penuh tentu tambah besar biayanya. Saat ini saya masih pakai Pertamax, tapi ke depan mungkin akan mempertimbangkan alternatif lain,” ujarnya.
Rahmat menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi akan berdampak langsung pada biaya transportasi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.
Pantauan di SPBU AP Pettarani menunjukkan antrean kendaraan mengular saat pengendara menunggu giliran mengisi BBM.
Bahkan sejak pagi, barisan kendaraan telah memanjang hingga ke bahu Jalan AP Pettarani yang merupakan salah satu ruas jalan nasional di Kota Makassar..
Meski demikian, perbedaan jumlah kendaraan antara jalur Pertalite dan Pertamax terlihat cukup mencolok.
Beberapa pengendara yang ditemui mengaku mulai menghitung ulang pengeluaran bulanan setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi diumumkan.
Laporan Wartawan Tribun Timur Erlan Saputra
| BBM Non-Subsidi Melonjak, Akademisi Prediksi Tekanan pada Keuangan Rumah Tangga |
|
|---|
| Pertamax Naik, Pengendara di Bone Beralih ke Pertalite demi Hemat Pengeluaran |
|
|---|
| Amiruddin dan Zulkifli Syukur Lolos Kursus Lisensi Pro, Sudah Bersyarat Jadi Pelatih PSM Makassar |
|
|---|
| Pertamax di SPBU Bawakaraeng Makassar Habis Usai Harga Naik Jadi Rp16.650 |
|
|---|
| Rektor UIM Prof Muammar Bakry Kenang Prof Syafar Abdullah: Aktivis NU, Dokter, dan Pendidik Teladan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260610-SPBU-di-pettarani-baru.jpg)