Harga BBM Naik
Harga Pertamax Tak Lagi Ramah Kantong, Warga Makassar Beralih ke Pertalite
Mayoritas antrean didominasi kendaraan roda dua yang datang silih berganti untuk mengisi bahan bakar bersubsidi atau Pertalite
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat di Kota Makassar.
Sejumlah pengendara kini memilih beralih ke Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan yang berlaku mulai 10 Juni 2026.
Berdasarkan pantauan di SPBU Pertamina 74.902.31 Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (10/6/2026) siang, antrean kendaraan pada jalur pengisian Pertalite terlihat lebih ramai dibandingkan jalur Pertamax.
Mayoritas antrean didominasi kendaraan roda dua yang datang silih berganti untuk mengisi bahan bakar bersubsidi atau Pertalite.
Sebaliknya, jalur pengisian Pertamax tampak lebih lengang.
Tidak terlihat antrean panjang seperti yang biasa terjadi sebelum penyesuaian harga BBM nonsubsidi diberlakukan.
PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi.
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat Rp3.950 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp19.000 per liter.
Kenaikan tersebut membuat sebagian pengguna mulai mempertimbangkan ulang pilihan bahan bakar yang digunakan sehari-hari.
Salah seorang pengendara motor, Widy (33), mengaku langsung mengganti jenis BBM kendaraannya setelah mengetahui harga Pertamax mengalami kenaikan cukup tinggi.
Menurutnya, selisih harga antara Pertamax dan Pertalite saat ini terlalu jauh sehingga cukup membebani pengeluaran bulanan.
“Biasanya saya jarang isi bahan bakar selain Pertamax. Tapi dengan harga sekarang, saya terpaksa beralih ke Pertalite karena selisih harganya cukup jauh,” kata Widy usai usai mengisi BBM di SPBU Jl AP Pettarani.
Ia mengaku menggunakan sepeda motor setiap hari untuk bekerja dan beraktivitas di dalam kota.
Dengan frekuensi pengisian BBM yang cukup sering, kenaikan harga Pertamax dinilai akan berpengaruh terhadap pengeluaran rutinnya.
Hal senada disampaikan pengendara lainnya, Rahmat (31).
Pengguna kendaraan roda dua tersebut mengaku masih mempertimbangkan untuk tetap menggunakan Pertamax.
Namun tidak menutup kemungkinan beralih ke jenis BBM yang lebih murah jika harga terus bertahan pada level saat ini.
“Kenaikannya cukup terasa. Hampir Rp4.000 per liter. Kalau untuk motor, sekali isi penuh tentu tambah besar biayanya. Saat ini saya masih pakai Pertamax, tapi ke depan mungkin akan mempertimbangkan alternatif lain,” ujarnya.
Rahmat menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi akan berdampak langsung pada biaya transportasi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.
Pantauan di SPBU AP Pettarani menunjukkan antrean kendaraan mengular saat pengendara menunggu giliran mengisi BBM.
Bahkan sejak pagi, barisan kendaraan telah memanjang hingga ke bahu Jalan AP Pettarani yang merupakan salah satu ruas jalan nasional di Kota Makassar..
Meski demikian, perbedaan jumlah kendaraan antara jalur Pertalite dan Pertamax terlihat cukup mencolok.
Beberapa pengendara yang ditemui mengaku mulai menghitung ulang pengeluaran bulanan setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi diumumkan.
Laporan Wartawan Tribun Timur Erlan Saputra
| BBM Non-Subsidi Melonjak, Akademisi Prediksi Tekanan pada Keuangan Rumah Tangga |
|
|---|
| Pertamax Naik, Pengendara di Bone Beralih ke Pertalite demi Hemat Pengeluaran |
|
|---|
| Amiruddin dan Zulkifli Syukur Lolos Kursus Lisensi Pro, Sudah Bersyarat Jadi Pelatih PSM Makassar |
|
|---|
| Pertamax di SPBU Bawakaraeng Makassar Habis Usai Harga Naik Jadi Rp16.650 |
|
|---|
| Rektor UIM Prof Muammar Bakry Kenang Prof Syafar Abdullah: Aktivis NU, Dokter, dan Pendidik Teladan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260610-SPBU-di-pettarani-baru.jpg)