Bawaslu Sulsel Mulai Bentuk Jaringan Pengawas Partisipatif Hadapi Pemilu 2029
Andarias Duma mengatakan penguatan kesadaran hukum masyarakat fondasi utama mewujudkan pemilu jurdil
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu merupakan bagian dari penegakan hukum yang bersifat pencegahan,” katanya.
Ketika masyarakat memahami aturan, maka mereka dinilai akan lebih mudah mengenali dan mengantisipasi potensi pelanggaran.
Melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif, ia berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi perpanjangan tangan edukasi demokrasi di tengah masyarakat.
Para peserta diharapkan tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih.
Namun juga mampu menjadi agen penyebar informasi terkait pentingnya menjaga integritas pemilu.
Selain itu, program tersebut juga ditujukan untuk menumbuhkan budaya sadar hukum hingga ke tingkat akar rumput.
Sehingga pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan saat masa kampanye atau pemungutan suara, tetapi menjadi bagian dari kesadaran kolektif masyarakat.
Melalui penguatan pengawasan partisipatif sejak dini, Andarias berharap kualitas demokrasi di Sulsel terus meningkat dan mampu melahirkan Pemilu 2029 yang lebih jujur, adil, serta berintegritas.
“Masyarakat diharap tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi pengawas yang aktif dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi,” tutup Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Sulsel tersebut.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam melawan praktik politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu menjelang Pemilu 2029.
Saiful menegaskan, menjaga integritas pemilu bukan hanya tugas penyelenggara dan pengawas pemilu.
Menurutnya, masyarakat, khususnya kalangan muda, harus menjadi bagian dari gerakan pengawasan untuk memastikan demokrasi berjalan sesuai prinsip kejujuran dan keadilan.
Ia bahkan menantang idealisme generasi muda untuk tidak sekadar mengkritik praktik politik uang, tetapi juga berani mengambil sikap dalam mencegahnya.
“Jika praktik money politik dan pelanggaran lainnya kita anggap merusak demokrasi, lantas kenapa kita tidak berdiri untuk mencegah?” ujar Saiful Jihad.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel itu menjelaskan, program Pendidikan Pengawasan Partisipatif bertujuan membangun kesadaran publik agar terlibat langsung dalam pengawasan pemilu.
| Akhir Manis Karier Cristiano Ronaldo, Ketua Bawaslu Luwu Harap Portugal Juara Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Tak Ada Lagi Efek Ekor Jas, Danny Pomanto Siapkan Strategi Baru PDIP Sulsel Hadapi Pemilu 2029 |
|
|---|
| Appi Kumpulkan Pengurus dan Kader Muda Golkar Usai Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Wajah Demokrasi Kita, Rengkahan atau Tantangan Pemilu Mendatang |
|
|---|
| PDIP Pinrang Target Rebut 6 Kursi Pemilu 2029, Muh Dahlan: Satu Dapil Satu Kursi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260608-Andarias-Duma-kiri-dan-Saiful-Jihad.jpg)