Tabrak Wanita Tukang Pompa Ban di Biringkanaya, Mahasiswa Unhas Diparangi Hingga 2 Jari Putus
Unggahan akun Facebook itu tampak melampirkan foto pria yang diduga suami terduga pelaku penganiayaan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
Saat melintas di lokasi, kata Zainuddin, MHN mengalami kecelakaan dan menabrak perempuan yang sedang mengisi angin ban mobil di pinggir jalan.
"Ada seorang ibu sedang pompa itu ban mobil. Mungkin lagi jongkok di situ, di pinggir jalan, ini keponakan mungkin dia (tidak sengaja) tabrak itu, dia tidak perhatikan," ujar Zainuddin dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).
"Setelah itu turunlah ini saya punya keponakan masuk ke rumahnya minta maaf. Inikan korban lugu sekali," tambahnya.
Namun, lanjut Zainuddin, niat MHN meminta maaf justru direspon berbeda oleh perempuan yang ditabraknya.
"Begitu dia minta maaf langsung dihantam pakai balok dengan parang, belakang parang dulu dia dihantam kepalanya. Kemudian tajamnya parang itu dihantam dari depan kepalanya dia tangkis pakai tangan, akhirnya dua jarinya putus," bebernya.
Jari telunjuk dan tengah tangan kanan MHN, putus akibat serangan yang dialami.
Zainuddin pun berharap agar kasus itu ditangani serius oleh Polsek Biringkanaya.
Pasalnya, korban yang sudah memasuki masa penyelesaian studi di FKM Unhas, harus mengalami cacat akibat kasus penganiayaan itu.
"Harapan saya ini supaya segera ditangkap ini pelaku. Sebenarnya kalau gerak cepat itu malam bisa ditangkap itu pelaku," harapnya.
Selain itu, orangtua korban, kata Zainuddin harus menanggung biaya perawatan puluhan juta akibat penangan medis tak ditanggung asuransi kesehatan.
"Sudah keluar hari Sabtu kemarin, biaya rumah sakit tidak di cover BPJS karna kasus penganiayaan, orang tua pusing biaya rumah sakit Rp75 juta," tulis Zainuddin.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Mataram, juga mengaku telah menerima laporan korba.
"Iya kami sudah tangani, korbannya dirawat di rumah sakit," kata Iptu Mataram dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026) malam.
Terduga pelaku lanjut Mataram, adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai tukang tambal ban.
Saat ditanya motif pemarangan itu terjadi, Mataram mengatakan, dipicu kasus kecelakaan lalu lintas.
| Pria di Makassar Ditangkap Usai Lempari Ibu Pakai Botol dan Tikam Adik Pakai Pisau Dapur |
|
|---|
| Desak Solusi Perlintasan Sebidang, Hamka B Kady: Keselamatan Transportasi Butuh Perencanaan Permanen |
|
|---|
| Kecelakaan Dini Hari di Bone, Innova Ringsek Usai Tabrak Truk Fuso di Pinggir Jalan |
|
|---|
| Nyalip di Tikungan, Mahasiswi di Luwu Utara Tabrak Truk Fuso hingga Patah Kaki |
|
|---|
| Ibu Rumah Tangga di Tanete Riaja Barru Patah Kaki saat Buang Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kecelakaan-mahasiswa-unhas-tabrak-emak-emak.jpg)