Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khawatir Rupiah Makin Anjlok, Warga Makassar Alihkan Tabungan ke Dolar USD

Ardi Dahlan (35) bertransaksi pembelian dolar Amerika Serikat (AS) di loket money changer PT Haji La Tunrung

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Rudi Salam
TUKAR UANG - Ardi Dahlan (35) sedang menukarkan uang rupiahnya ke dolar AS di PT Haji La Tunrung Authorized Money Changer (AMC) Jalan Martadinata No 1, Kecamatan Wajo, Makassar, sedang melayani nasabah, Selasa (2/6/2026) siang. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai mendorong sebagian masyarakat untuk mengalihkan asetnya ke mata uang asing. 

Selain untuk investasi, dolar yang dimilikinya juga dapat digunakan sewaktu-waktu ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.

Karena itu, ia menilai menyimpan sebagian aset dalam mata uang asing menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan seluruhnya disimpan dalam rupiah.

Sebagai warga yang kerap bepergian ke luar negeri, Ardi mengaku cukup khawatir dengan kondisi rupiah yang terus melemah.

Menurutnya, pelemahan mata uang domestik tidak hanya berdampak pada biaya perjalanan internasional, tetapi juga dapat memengaruhi harga berbagai kebutuhan masyarakat.

Ia menilai dampak terbesar akan dirasakan pada barang-barang yang masih bergantung pada impor atau bahan baku dari luar negeri.

Jika rupiah terus tertekan, maka harga barang berpotensi mengalami kenaikan yang pada akhirnya membebani masyarakat.

“Kita khawatir juga kalau rupiah semakin melemah, nanti harga-harga semakin mahal. Apalagi kan banyak impor barang dari luar. Itu sih kekhawatirannya, takutnya berdampak langsung terhadap ekonomi kita,” kata Ardi.

Sebelumnya, Public Relation PT Haji La Tunrung AMC, Hawa Hardiyanti, mengatakan belum ada lonjakan permintaan maupun perubahan signifikan dalam pola transaksi nasabah selama beberapa pekan terakhir.

“Kalau kita lihat dari beberapa pekan terakhir ini sebetulnya normal-normal saja. Kebanyakan nasabah setiap hari memantau kurs sesuai kebutuhan mereka, baik untuk liburan, maupun keperluan lainnya,” kata Hawa, saat ditemui Tribun-Timur.com.

Menurutnya, nasabah cenderung mengikuti perkembangan kurs sebelum memutuskan melakukan transaksi.

Namun, kondisi pelemahan rupiah saat ini belum memicu peningkatan permintaan penukaran valuta asing secara berarti.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved