Passapu Merah Menyala di Dirgahayu 69 Kodam XIV Hasanuddin
Inilah kali pertama passapu dikenakan massif di seremoni HUT Kodam yang dulu bersandi Wirabuana ini.
Ringkasan Berita:
- Passapu merah menyala mendominasi seremoni Syukuran Dirgahayu ke-69 Kodam XIV Hasanuddin di Makassar, Senin (1/6/2026).
- Aksesori khas Bugis-Makassar yang identik dengan Sultan Hasanuddin itu dikenakan oleh prajurit, perwira, hingga tamu VIP sebagai simbol keberanian, ketegasan, dan kedekatan dengan rakyat.
- Untuk pertama kalinya dalam sejarah peringatan HUT Kodam XIV Hasanuddin, passapu digunakan secara masif dalam seremoni resmi.
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Passapu merah menyala pada seremoni Syukuran Dirgahayu 69 Tahun Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin, Makassar, Senin (1/6/2026) pagi.
Passapu atau Patonro adalah tudung ikat kepala merah khas Bugis Makassar di kepala Sultan Hasanuddin (1631-1670, panglima perang dan Raja Gowa ke-XVI.
Seremoni digelar usai Upacara Hari Lahir Pancasila 2026.
Dari pantauan Tribun, passapu atau patonro terlihat mencolok dan mendominasi venue seremoni, Baruga Setia Hingga Akhir Makodam XIV Hasanuddin, Jl Urip Sumoharjo, Panaikang, Makassar, Sulsel.
Tema dirgahayu Kodam Hasanuddin Profesional Bersama Rakyat untuk Indonesia Maju.
Dalam catatan Tribun, inilah kali pertama passapu dikenakan massif di seremoni HUT Kodam yang dulu bersandi Wirabuana ini.
Baca juga: Eks Pelatih Menembak Kodam Hasanuddin Pimpin RW Pabaeng-baeng
"Pak Panglima ingin menjadikan simbol keberanian, ketegasan dan kerakyatan Sultan Hasanuddin dari Passapu," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam XIV Letkol Awal Alauddin sebelum upacara.
Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, saat masih menjabat Panglima Divisi III Infateri, Agustus 2025 lalu.
Momen Passapu kian kerap jadi pelengkap seragam, saat jenderal bintang dua ini, turun langsung memimpin pengamanan aksi demonstrasi malam pembakaran gedung DPRD Kota dan Sulsel, 29 Agustus 2026 lalu.
Passapu mulai terlihat di meja registrasi.
Empat bintara menyambut dan mengantar tetamu dengan aksesori khas ini.
Ada dua jenis passapu di venue.
Passapu dengan kain tebal, berpita sutra dan berlogo kodam HSN dikenakan perwira tinggi, jenderal, dan kolonel.
Sedangkan letnan kolonel, mayor, kapten kebanyakan mengenakan passapu berkain lebih tipis.
Perwira pertama, menengah, hingga perwira tinggi dan tetamu mengenakan passapu.
Di meja VVIP para komandan pasukan, Dandim, dan pimpinan satuan tugas Kodam, mengenakan passapu.
Beberapa Tetamu VIP dari matra TNI Angkatan Udara, Laut dan polisi juga mengenakannya. Dan jadi simbol perang dan seremoni adat sejak abad ke-10
Perwira menengah, Passapu dan Patonro adalah sebuah penutup kepala yang berupa lilitan kain khas Makassar. Patonro telah ada sejak abad ke-7.
Patonro merupakan pakaian adat tutup kepala suku yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Makassar, Bugis, Kajang, dan Toraja.
Pakaian adat ini berupa lilitan kain yang melambangkan kejantanan.
Pada zaman raja Gowa yang ke-10, Passapu digunakan sebagai penanda sosial yang hanya dapat digunakan oleh raja-raja, anak karaeng (bangsawan) dan juga tubarania (ksatria). Di saat itu penggunaan Passapu memiliki syarat dan aturan tersendiri.
Jika panglima mengenakan Passapu tegak berdiri maka artinya mereka siap berperang. Namun jika Patonro digunakan agak terjatuh itu berarti raja tersebut ingin menghadiri acara adat.
Di zaman Raja Gowa yang ke-10 I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng, penggunaan Passapu penuh akan syarat dan aturan.
Passapu hanya dapat digunakan para raja-raja, bangsawan, dan panglima.
| Rizky Eka Dicoret, Tak Ada Pemain PSM Makassar Bela Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik |
|
|---|
| Pelari dari Sulawesi Tengah Kuasai Kategori Bergengsi Makassar Half Marathon 2026 |
|
|---|
| Deretan 3 Bupati, 1 Wali Kota, Wabup Hadiri Tudang Sipulung Kadin Sulsel |
|
|---|
| Asmo Sulsel Perkuat UMKM dan Kelompok Binaan Lewat Seminar Pengembangan Usaha |
|
|---|
| Jangan Tertipu Harga Murah, 7 Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli Helm bagi Pemotor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-01-Dirgahayu-69-Tahun-Komando-Daerah-Militer-Kodam-XIV-Hasanuddin-2.jpg)